Manado, Fajarmanado.com-Wagub Steven Kandouw bahwa Proyeksi Ekonomi yang disajikan Bank Indonesia bernilai positif bagi pembangunan daerah khususnya Provinsi Sulut. Orang nomor dua di Sulut ini mengungkapkan, peluang ekonomi yang disajikan ditambah dengan terobosan yang dilakukan Duet Kepemimpinan ODSK akan terealisasi dalam menopang Program Orientasi Daerah Selesaikan Kemiskinan menuju Sulut Hebat.
Hal mana pula, oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara optimistis target pertumbuhan ekonomi Sulut pada 2021 sebesar 7% akan terlampau mencapai 8,51% dengan realisasi pembangunan prioritas daerah secara signifikan.
“Percepatan pembangunan KEK Bitung khususnya infrastruktur KEK, pembangunan pembangkit listrik, peningkatan produktivitas pertanian, pemanfaatan sektor ekonomi hingga peningkatan rata-rata lama sekolah,” terang Wagub.
Pada triwulan III 2016, pembangunan ekonomi Sulut tercatat 6,01%, Bank Indonesia memproyeksi sepanjang tahun ini, Sulut akan mencatat pertumbuhan berkisar 6% – 6,4%.
“Terobosan harus dilakukan, koordinasi baik dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten/Kota harus terus digalakkan,” Tandas Steven Kandouw yang juga adalah Alumnus Fakultas Ekonomi UI dan Ketua Ikatan Alumni UI (ILUNI) Sulut.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Peter Jacobs mengatakan ada hambatan yang menghalangi akselerasi Sulut, seperti kualitas SDM yang rendah, infrastruktur daya listrik yang belum memadai, runway bandara yang relatif pendek, produksi pertanian yang stagnan, industri yang tidak terdiversifikasi, dan potensi pariwisata yang tidak dimanfaatkan secara optimal.
“Tapi dengan pembangunan prioritas yang ada di Sulut, lewat potensi prioritas ekonominya, yang berdampak 1,51% terhadap pertumbuhan ekonomi dapat mencapai pertumbuhan yang positif,” jelas Jacobs.
Dalam agenda ini, turut hadir Direktur Utama Bank Sulutgo Jeffry Dendeng, Kepala OJK SulutGoMalut Elyanus Pongsoda, Kepala KPPU Indonesia Timur, Kepala Perbankan Sulut, dan lainnya.
(aji)

