“Indonesia harus tetap aman. Kita tolak ormas-ormas radikal yang mengganggu keutuhan NKRI. Tolak keberadaan ormas radikal di Bumi Sulawesi Utara. Tangkap para penghina presiden Indonesia. NRI harga mati,” tegas Sondak disambut pekik “I Yayat U Santi” dari semua peserta aksi.

Kesempatan orasi berikutnya, Panglima Laskar Kabasaran Noldy Kumendong mengatakan secara tegas menolak dan meminta pemerintah untuk membubarkan ormas-ormas radikal seperti Front Pembela Islam (FPI). Ormas ini, menurut Noldy, mengancam keutuhan NKRI.
“Kami masyarakat Sulawesi Utara, menolak secara tegas keberadaan ormas-ormas yang berpaham radikal di bumi Indonesia juga Sulawesi Utara. Kami meminta pemerintah Indonesia untuk membubarkan ormas-ormas yang berpaham radikal, karena keberadaan mereka bisa sangat mengancam keberlangsungan NKRI,” tegas Kumendong dalam orasinya.
Tangkap dan proses hukum orang-orang yang telah melakukan penghinaan ke kepala negara, kata Kumendong lagi.
Ketua DPD Sulut Pemuda Pancasila Paulus MP dalam kesempatan ini juga menyampaikan agar keamanan dan ketertiban di Indonesia bisa di jaga bersama.
“Keutuhan NKRI menjadi harga mati. Mari kita jaga bersama-sama stabilitas keamanan Indonesia dan juga Sulawesi Utara,” tukas Paulus.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara Drs. Stevanus Vreeke Runtu mewakili DPRD Sulut mengatakan, negara Indonesia di dirikan bukan hanya oleh satu golongan, tapi berdiri atas persatuan dan kesatuan seluruh rakyat Indonesia.
Selanjutnya, Kapolda Sulut Irjen Pol. Drs Wilmar Marpaung, SH sesaat setelah menerima pernyataan sikap masyarakat adat Sulawesi Utara secara khusus mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua elemen masyarakat adat Sulut yang mengikuti Apel Doa NKRI ini.
Jenderal bintang dua berdarah Batak ini mengatakan bangga ke masyarakat Sulawesi Utara yang sudah taat hukum, sebab pelaksanaan aksi hari ini sudah melalui tahap-tahapan hukum yang benar.
“Sebelumnya, saya ucapkan terimakasih ke saudara-saudara masyarakat adat Sulawesi Utara, karena Apel doa hari ini berjalan dengan baik dan aman. Saya juga bangga dan mengucapkan terimakasih, karena acara hari ini sudah melalui prosedur hukum yang sebenarnya,” jelas Marpaung.
Pernyataan sikap saudara-saudara masyarakat adat Sulawesi Utara hari ini akan saya terima dan nanti akan saya sampaikan ke Gubernur Sulawesi Utara dan selanjutnya akan diteruskan ke pemerintah pusat, kunci Marpaung yang juga telah menerima gelar adat Minahasa Tonaas Wangko Umbanua ini.
(Fred)

