Olly dan Jacobs
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Kepala Perwakilan BI Sulut Peter Jacobs

Tingkatkan Kualitas SDM Sulut, BI Latih 32 Sarjana

Manado, Fajarmanado.com – Sebanyak 32 orang lulusan Sarjana di Sulawesi Utara mengikuti pelatihan di Bank Indonesia (BI). Kepala Perwakilan BI Sulut Peter Jacobs mengatakan peserta mengikuti program sosial BI bertajuk “Young Leaders of North Sulawesi mendukung terealisasinya Indonesia cerdas” diberi pelatihan teknis maupun mental.

Menurut Jacob, kegiatan ini sebagai bentuk dukungan BI dalam hal peningkatan kualitas tenaga kerja di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Semua peserta dikarantina dan selesai dari pelatihan ini diharapkan peserta bisa mencapai potensi terbaiknya.

“Program ini dapat membantu peserta untuk mencapai potensi terbaiknya sehingga menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas,” harap Jacobs.

Masalah ketenagakerjaan di Sulut mendapat perhatian khusus. Saat ini, lanjut Jacobs, tingkat pengangguran terbuka di Sulut tercatat sebesar 7,82 persen atau berada dilevel nasional sebesar 5,5 persen.

Menurut Jacobs, tingginya tingkat pengangguran terbuka tidak terlepas dari faktor kualitas tenaga kerja yang relatif masih rendah. Kondisi ini terlihat dari pengangguran terbuka lulusan sarjana. Etos kerja SDM Sulut yang rendah, dibandingkan dengan tenaga kerja pendatang, menjadi keluhan tersendiri dari pengusaha.

Sesuai data BI Sulut, tingkat pengangguran terbuka bagi lulusan universitas di Sulut mencapat 11.59 persen atau tertinggi setelah lulusan SMK yang tingkat penganggurannya 16,05 persen.

“Pada level rekruitmen fresh graduate untuk posisi strategis setingkat Management Trainee (MT) atau Officer Development Program (ODP) lulusan perguruan tinggi Sulut juga relative sulit menembus tes-tes tersebut. Banyak yang mengalami kegagalan pada test psikologi, wawancara dan kesehatan,” tukas Jacobs lagi.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey sendiri mengakui permasalahan daya saing tenaga kerja menjadi permasalahan hingga kini dan sudah menjadi perhatian pemda . Dondokambey mengatakan, pemerintah Sulut membuka kerjasama dengan pihak swasta maupun lembaga lain untuk bersama mendorong kualitas tenaga kerja daerah.

“ Dengan datangnya wisman Tiongkok, terbukti tenaga kita tidak siap, harus didatangkan dari Makassar dan Bali,” ujar Dondokambey saat pembukaan PSBI TKU dan Penandatanganan Roadmap TPID.

Menurut Dondokambey, pihak PT Meares Soputan Mining (MSM) adalah salah satu pihak swasta yang sudah memberikan dukungan dengan mengirimkan 40 orang tenaga kerja daerah ke akademi pariwisata di China.

“Yang dikirimkan tidak menggunakan APBD, jadi beruntung dari swasta mau mendukung,” tandas Dondokambey.

Untuk kegiatan yang dilaksanakan BI, di ikuti lulusan sarjana yang berasal dari 3 Universitas Sulut, yakni Universitas Sam Ratulangi (14 orang), Universitas Negeri Manado (5 orang), dan IAIN Manado (9 orang). Terdapat pula perwakilan dari Generasi Bank Indonesia (GenBI) berjumlah empat orang yang mengikuti pelatihan tersebut.

(Fred)