Ratahan, Fajarmanado.com – Serapan anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) khususnya Dana Alokasi Khusus (DAK) di dua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Minahasa Tenggara (Mitra) masih tergolong minim, kendati sudah memasuki akhir tahun atau pada triwulan ke empat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Farry Liwe mengatakan, dari hasil evaluasi penyerapan DAK, ada dua SKPD yaitu Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) masih jauh dari harapan. Untuk itu dirinya sudah memberikan batas waktu realisasinya.
“Kepada dua SKPD tersebut saya beri batas waktu sampai pertengahan November realisasinya harus mendekati 100 persen,” warning Liwe.
Pihak Dinkes dan DKP sendiri sebagaimana yang dikatakan Farry,sudah mengklarifikasi penyebab keterlambatan tersebut. Menurunya, dari penjelasan pihak Dinkes terungkap beberapa proyek yang bersumber dari DAK, masi dalam pekerjaan.
“Untuk Dinkes sendri masih ada beberapa proyek seperti pembangunan Rumah Sakit (RS), Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), dan rumah dinas dokter sedang yang sedang dalam pekerjaan,” ungkapnya.
Begitu juga dengan DKP ada beberapa barang sedang dalam pengadan.
“Di akui DPK, Seperti mesin motor tempel dan alat penangkap ikan itu masih dalam pengadan,” tandasnya.
(geri)

