Touluaan, Fajarmanado.com – Warga Desa Toundanouw Kecamatan Touluaan, Kabupaten Minahasa Tenggara mengeluhkan belum adanya penambahan tiang listrik, di wilayah pemukiman Totadel.
Kali ini mereka menagih janji salah satu anggota DPRD Mitra yang ketika reses secepatnya akan memperjuangkan permintaan warga tersebut kepada pihak PLN Ranting Ratahan.
Mely Nantingkase, warga Toundanouw, mengatakan, harapan ini telah berkali-kali disampaikan kepada ‘wakil rakyat Mitra’ yang melakukan reses di desanya. Bahkan, salahsatu legislator menyatakan kesiapan untuk memperjuangkannya.
“Hal ini sudah beberapa kali kami sampaikan di reses, tapi kami tidak tau mengapa sampai saat ini belum juga ada kabar, padahal harapan kami secepatnya ada penambahan tiang listrik mendapat pelayanan yang sama dari PLN, terutama menjamin keamanan dari kemungkinan terjadinya arus pendek,” ujar Mely, yang kebetulan pusat aliran listrik di pemukiman tersebut melalui rumahnya, Sabtu (22/10)
Jaringan listrik yang terpasang di pemukiman Toladel memang tidak didukung dengan tiang yang memadai. Sambungan jaringannya hanya dari rumah ke rumah sehingga tidak mendapat suplai yang cukup juga sangat rentan terjadi arus pendek.
Edy Mokobimbing, warga setempat lainnya, juga menilai bahwa perlu adanya penambahan tiang listrik di kawasan tersebut.
“Kalau seperti ini, sangat membahayakan apalagi dimusim hujan dan angin yang mulai terjadi belakangan ini,” latanya.
Oleh karena itu Mokobimbing mengharapkan kebijakan pihak terkait untuk menyikapi hal ini. “Memang di wilayah ini hanya berada 15 rumah, tapi setahu saya sesuai ketentuan satu tiang listrik maksimal hanya digunakan sekitar 8 sambungan,” katanya.
Keberadaan sambungan dari rumah ke rumah, lanjut dia, sangat membahayakan. “Makanya setiap reses anggota dewan, hal ini terus saja masyarakat keluhkan,” ungkapnya.
Ia mengaku bangga dengan sikap reaktif salahsatu anggota dewan ketika mendengar permintaan masyarakat ini beberapa waktu lalu. “Tapi sampai sekarang, tiang yang diharapkan tak kunjung diantar. Makanya kalau bertemu dengan anggota dewan itu, saya akan bertanya, tiang listriknya mana?,” pungkas Mokobimbing, namun enggan menyebut identitas anggota dewan dimaksud.
(geri)

