Amurang, Fajarmanado.com – Bupati Minahasa Selatan (Minsel), Christiany Eugenia Paruntu ternyata sangat concern dengan komintmennya untuk memberantas punggutan liar (Pungli).
Tampak diduga, bupati wanita pilihan rakyat ini muncul di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) yang berada di kompleks Kantor Bupati, Senin (17/10).
“Wah, bupati datang,” celetuk Detty, ibu yang yang tengah beridiri gerbang Kantor Disdukcapil, sekitar Pukul 13.00 WITA, siang tadi.
Para pengunjung, baik pria maupun wanita di kantor dalam dan luar kantor tersebut tampak kaget. Mereka yang tengah serius menunggu giliran dipanggil, terhenyak melihat Tetty dan rombongan.
Ada ratusan orang yang menenteng map di depan dan di dalam kantor tersebut. Mereka umumnya mengaku hendak mengurus identitas diri dan keluarga, baik Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
“Wah, sangat padat sekali ya,” kata Tetty, sapaan akrab Bupati Minsel pilihan rakyat dua periode ini ketika tiba di depan kantor yang dipimpin Drs Corneles Mononimbar, MM ini.
.Menurut Tetty, meski baru kali mampir, dia tetap terus mengamatai Diksdukcapil terus dipadati pengunjung dalam bebebrapa bulan terakhir. Hari Minggu pun, masih banyak orang yang berada di instansi ini.
“Secara pribadi saya bangga karena masyarakat Minsel sudah memahami dan peduli mengurus surat-surat indetitas diri,” katanya.
Namun, kata orang nomor satu di Minsel ini berpesan agar jangan sampai terdengarada di antara jajaran dan staf di Disdukcapil yang melakukan Pungli. “Kalau ada, tolong sampaikan ya,’’ujarnya.
Tetty mengungkapkan, langkah ini merupakan bagian untuk menindaklanjuti amanat Presiden Joko Widodo.
Namanya Punglin, Rp 10 perak sekali pun akan diproses sesuai peraturan yang berlaku.
‘’Jangan sampai ada staf melakukan pungli atas warga yang membuat KTP, KK dan lain sebagainya. Apabila kedapatan,dipastikan akan diurus pula,’’ tegasnya.
(andries)

