Bupati Drs Jantje Wowiling Sajow, MSi ketika mengikuti Rakor III Pariwisata 2017 di Jakarta, Kamis (15/9)
Bupati Drs Jantje Wowiling Sajow, MSi ketika mengikuti Rakor III Pariwisata 2017 di Jakarta, Kamis (15/9)

Bupati JWS Matangkan Visit Pesona Minahasa

Jakarta, Fajarmanado.com – Gelaran Visit Pesona Minahasa tahun 2017 mulai dimatangkan Pemerintah Kabupaten Minahasa. Koordinasi dengan pemerintah pusat pun terus intens dilakukan Bupati Drs Jantje Wowiling Sajow, MSi agar masuk dalam agenda pariwisata nasional.

Perjuangan tak kenal lelah itu pun, mulai berbuah. JWS, sapaan Bupati pilihan rakyat Desember 2012 ini, menjadi satu-satunya Kepala Daerah di Provinsi Sulawesi Utara yang diundang mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) III Pariwisata tahun 2017 di Econvention Ecopark Ancol Jakarta, Kamis (15/9)

JWS hadir didampingi Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Debby Bukara,SE mengikuti acara yang dibuka oleh oleh Menteri Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, diawali laporan Menteri Pariwisata Dr Ir Arif Yahya.

Bupati JWS memberikan apresiasi kepada Presiden RI Joko Widodo dengan topangan ide dan gagasan briliant dari Menteri Pariwisata Arif Yahya, karena menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan dalam meraup devisa negara.

“Selama 1 tahun Minahasa akan berbenah untuk menyiapkanya acara ini. Sarana dan infrastruktur pariwisata masih menjadi persoalan. Yakni, masalah hotel di Kota Tondano,” ungkapnya.

Walaupun telah ada investor yang baru memulai membuat hotel besar, namun hotel kecil dan penginapan yang ada sudah cukup banyak.

“Jadi konsentrasi kita adalah menyiapkan home stay atau rumah rakyat yang memenuhi syarat untuk di jadikan penginapan, sebab ada juga turis yang datang hanya akan mencari rumah murah,” jelas bupati.

JWS berjanji akan berupaya menyiapkan sarana penunjang. Dsamping keamanan, juga penataan keindahan kota di wilayah-wilayah destinasi pariwisata di Minahasa,” katanya.

Sementara itu, kalangan pengamat mengusulkan agar pemerintah harus serius mengelola semua destinasi wisata yang sudah ada di daerah Toar Lumimuut ini, dan memberdayakan potensi masyarakat sekitar untuk memproduksi cendera mata khas daerah.

“Yang jadi persoalan sekarang ini, juga prasarana pendukung seperti akomodasi hotel dan home stay masih sangat minim sehingga kebanyakan wisatawan tidak tinggal berlama-lama dan punya banyak waktu berbelanja di daerah ini,” kata Drs Eddy Ruata, mantan pejabat Pemkab Minahasa ini.

(den)