Manado, Fajarmanado.com — Presiden Joko Widodo mengungkapkan, lonjakan turis asal Tiongkok yang berkunjung di Provinsi Sulawesi Utara, khususnya Kota Manado mencapai 1.000 persen. “Ini sungguh luar biasa,” katanya di Tiongkok.
Sulawesi Utara (Sulut) dibawah kepemimpinan pasangan Olly-Steven selaku Gubernur dan Wakil Gubernur daerah itu, telah melakukan gebrakan spektakuler di sektor pariwisata bagi kemajuan daerah yang dipimpinnya itu.
Jokowi mengungkapkan hal tersebut ketika dialog pada kampanye dan promosi pariwisata Indonesia kepada ribuan warga Indonesia yang bermukim di Tiongkok, saat melakukan kunjungan kenegaraan di Negeri Tirai Bambu, di Golden Hall Sanghai Mart, beberapa hari lalu.
Jokowi mengatakan, Manado mulai Juli-Agustus lalu terjadi peningkatan kunjungan turis hingga 1.000 persen karenapemerintah Provinsi Sulut mampu bekerjasama dengan beberapa maskapai penerbagan di tanah air, seperti, Silk Air, Lion Air, Citilink dan Sriwijaya Air melakukan direct flingt (penerbangan langsung) dari empat Provinsi dan enam kota di sini (Tiongkok), menuju Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado.
“Sekarang di Manado banyak di bangun restorant, hotel,” ungkap presiden.
Banyak sekali infrastruktur pariwisata yang sedang di bangun di Bumi Nyiur Melambai. “Nanti saya mau lihat perubahan Manado seperti apa,” sambung Jokowi, sambil menegaskan, bawa sektor pariwisata secara langsung ikut menopang pertumbuhan perekonomian masyarakat.
“Karena itu saya minta seluruh masyarakat Indonesia yang ada di Tiongkok untuk berkampanye dan mempromosikan wisata Indonesia. Ajak mereka menikmati eksotisme alam dan keindahan budaya nusantara”, paparnya.
Presiden membandingkan pariwisata Indonesia dengan Malaysia, yang sudah dikunjungi 24 juta wisatawan mancanegara (wisman) dalam satu tahun. Thailand lebih hebat lagi, didatangi 28 juta wisman.
Indonesia di 2015 dikunjungi 10,4 juta (wisman) atau naik 10,3% dari tahun sebelumnya. Tapi itupun masih kalah jauh dibandingkan dengan dua negara tetangga kita, Malaysia dan Thailand.
“Padahal tempat yang indah-indah di kita itu banyak sekali. Apa yang keliru? Apa yang salah? Tahun 2019 targetnya harus sudah di atas 20 juta (wisman),” tegas Presiden Jokowi lagi.
Presiden yang hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo menjelaskan bahwa dirinya telah menandatangani kerja sama bidang pariwisata dengan Presiden Xi Jinping tahun lalu setelah peringatan Konferensi Asia Afrika 2015.
Saat itu kedua negara berupaya untuk mendatangkan sepuluh juta wisatawan asal Tiongkok ke Indonesia, termasuk Sulut. “Upaya ini telah mulai membuahkan hasil menggembirakan, tandas Jokowi.
(aji)

