Tondano, Fajarmanado.com – Pesta demokrasi Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Kabupaten Minahasa baru akan dihelat tahun 2018. Namun, konstelasi politik di daerah Toar Lumimuut ini kian panas saja. “Kawin cerai’ pasangan petahana, Jantje Wowiling Sajow (JWS) dan Ivan Sarundajang (IvanSa) pun ikut ramai dibicarakan dan menjadi perhatian publik.
JWS-IvanSa santer disebut-sebut bakal cerai di Pilkada 2018. Kendati masih tersisa 1,5 tahun mengemban amanat rakyat, pasangan usungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada Pilkada 2012 ini, ramai diprediksi bakal cerai dan cari jalan sendiri-sendiri nanti.
Namun beragam spekulasi politik itu mulai terbantahkan. JWS-IvanSa terlihat mesra dalam beberapa bulan terakhir. Bukan hanya sebatas di aktivitas pemerintahan, tetapi juga di acara non pemerintahan. Terakhir, mereka tampak mesra di acara Konsultasi Tahunan Pria Kaum Bapa (P/KB) sinode GMIM 2016 di GMIM Bukit Sion Kanonang, Kawangkoan Barat, Sabtu (3/9).
Di berbagai kesempatan, termasuk pada safari Pelantikan Hukum Tua (Kumtua) sejak awal Agustus lalu, JWS kerap menyentil keinginannya untuk berpasangan kembali dengan IvanSa.
Ketua KNPI Minahasa, Theo Umbas memberikan apresiasi atas sikap politik JWS tersebut. “Pada prinsipnya, KNPI sangat rindukan kebersamaan segenap element rakyat Minahasa untuk membangun Minahasa. Kebersamaan ini tentu saja harus berawal dicontohkan oleh pemimpinannya, dalam hal ini JWS sebagai Bupati sebagaimana sikap dan tindakan yang sudah ditunjukkannya,” komentarnya.
Kemesraan JWS-IvanSa di depan publik selama ini, kata dia, akan semakin memantapkan stabilitas pemerintahan dan politik di Tanah Minahasa,” ujarnya kepada Fajarmanado.com di Tondano, Senin (5/9).
Jebolan STPDN/IPDN, Sumedang, Bandung ini mengatakan, salah satu faktor kunci keberhasilan pembangunan daerah adalah stabilitas pemerintahan dan politik di daerah itu sendiri. “Kebersamaan yang ditunjukkan JWS-IvanSa belakangan ini sekaligus memenatahkan rumor keretakan JWS-IvanSa, yang tentu saja hendak merusak gerak pembangunan di Minahasa yang kita cintai ini,” katanya.
Umbas pun mengaku kesal dengan ulah oknum-oknum tertentu yang sengaja dan berupaya memecah stabilitas pemerintahan di Kabupaten Minahasa dengan melempar isu jika telah terjadi keretakan hubungan antara JWS dan IvanSa.
“Dengan kebersamaan dan kemesraan JWS-IvanSa yang ditunjukkan kepada publik belakangan ini, sekaligus menjawab rumor miring yang berkembang bahwa tidak ada keretakan atau perpecahan hubungan pada duet pemimpin Minahasa ini,” paparnya.
Umbas menilai, rumor itu hanyalah ulah oknum-oknum yang ingin memecah stabilitas pemerintahan di Minahasa agar program pembangunan JWS-IvanSa berjalan tersendat sehingga bakal menguntungkan bakal calon lain yang mulai melakukan maneuver-manuver politik.
“Buktinya pak Bupati sendiri mengatakan masih siap berpasangan dengan pak Wabup di Pilkada 2018 mendatang,” tandasnya.
Dia pun menyatakan dukungan sepenuhnya jika nanti IWS-IvanSa bersanding kembali pada Pilkada 2018 untuk melanjutkan program pembangunan Minahasa periode 2018 – 2023.
“Tentu hanya demi kemajuan Minahasa k edepan, saya pribadi sangat mensupport pasangan JWS – Ivansa kembali bersama di Pilkada Minanasa nanti,” ungkapnya.
Wacana JWS – Ivansa part two memang sangat menghebohkan publik Tanah Toar Lumimuut belakangan ini.
“Untuk Pilkada 2018, semuanya diserahkan ke partai. Saya hanyalah petugas partai. Namun apabila saya ditugaskan partai berpasangan kembali dengan Wabup Ivansa dalam Pilkada 2018, pasti saya siap,” ungkap JWS.
sembari mengatakan jika saat ini dirinya bersama Ivansa masih fokus menjalankan sisa masa kepemimpinan.
Menanggapi sikap JWS ini, juga menyatakan kesiapannya. “Saya mengucapkan terima kasih,” komentarnya.
Sebagaimana JWS, IvanSa juga mengaku mengaku masih fokus menyelesaikan separoh masa kepemimpinannya bersama JWS di Kabupaten Minahasa.
“Banyak program kerja yang perlu dituntaskan, baik yang sementara dilaksanakan maupun belum terlaksana. Makanya saya berharap, di masa kepemimpinan saya bersama pak Bupati, senantiasa mendapat dukungan dari seluruh warga Minahasa,” ujar putra mantan Gubernur Sulut dua periode, Sinyo Harry Sarundajang ini.
IvanSa mengungkapkan bahwa para intinya sekarang dirinya dan JWS masih fokus bersama-sama membangun Kabupaten Minahasa, demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Belum ada persiapan apa-apa untuk ikut Pilkada nanti. Kan, kalau dihitung dari dilantik, masih ada sekitar satu setengah tahun lagi. Jadi masih banyak yang harus kami kerjakan bersama,” pungkas IvanSa.
(ely)

