oleh

15 Kios Pasar Tanahwangko Ludes, Diduga Gara-Gara ‘Pertamini’

TOMBARIRI, FAJARMANADO.com – Tercatat 15 kepala keluarga pengguna 15 kios di Pasar Tanahwangko di Kecamatan Tombariri, Minahasa kehilangan tempat usaha setelah nyaris ludes dilalap api, Sabtu (26/12/2015). Polisi masih terus mendalami penyebab kebakaran. Namun kuat dugaan akibat bensin yang dijual pedagang setempat.

“Soalnya tidak ada ledakan yang mendahului kebakaran sore itu. Tiba-tiba saja api langsung membesar dari bagian dalam salah satu toko bagian tengah dan cepat mengebar ke arah samping kiri dan kanannya,” kata warga sekitar tempat kejadian perkara (TKP) kepada fajarmanado.com, Rabu (30/12/2015), siang.

Akibat kebakaran tersebut, para pengguna kios-kios naas yang berada di jalur Trans Sulawesi itu, kini menumpang tinggal di rumah keluarga dan kenalan masing-masing. Namun sebagian dari mereka, berusaha mencari dan memilah-milah bahan yang masih digunakan.

Sebuah mobil pick up putih siang tadi terlihat bolak-balik mengangkut barang-barang yang dianggap masih bisa digunakan. Antara lain, balok dan seng. Padahal polisi telah memasang police line.

Kapolsek Tombariri, Ipda Pol Petrus Sambaga belum dapat memastikan penyebab kebakaran kios-kios pasar milik pemerintah Kabupaten Minahasa yang terletak di Desa Borgo tersebut. “Persoalannya, mereka semua bersikap tertutup,” ketusnya.

Namun Petrus tidak menafikkan spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat setempat jika penyebab kebakarannya akibat bensin yang dijual Satar Basarewan, pengguna kios yang menjadi sumber api. “Ya itu bisa saja. Tapi saya belum dapat memastikannya. Penyelidikan masih berlangsung,” ujarnya.

Keberadaan kois-kios Pasar Tanahwangko pasca terbakar saat dipotret, Rabu (30/12/2015) Foto: herly umbas
Keberadaan kois-kios Pasar Tanahwangko pasca terbakar saat dipotret, Rabu (30/12/2015) Foto: herly umbas

Camat Tombariri, Drs John Tendean mengatakan, sebelum peristiwa para pemilik kios yang menjual bensin dan tabung elpiji di kawasan pasar tersebut telah beberapa kali dipanggil dan dibina. Ada empat kios yang berjejer dan dilahap ‘si jago merah’ yang membuka usaha ‘pertamini’ atau menjual bensin eceran dalam botol.

“Sekitar empat kali saya panggil dan memberikan pembinaan kepada mereka. Saya terus ingatkan agar hati-hati, karena jika lalai bisa saja menjadi penyebab kebakaran. Ya, akhirnya terjadi juga,” ketus mantan Camat Kawangkoan Barat ini.

Tendean juga membenarkan kalau sebagian besar kios tersebut telah dirubah bentuk dan fungsinya. “Hal ini juga sudah saya ingatkan agar jangan (dirubah bentuk) karena bisa saja dbongkar kalau dilakukan penertiban,” paparnya.

Peristiwa tersebut, lanjut dia, telah dilaporkan kepada Bupati Minahasa. Dalam waktu dekat, sesuai instruksi bupati akan akan dilakukan penertiban pemanfaatan aset pemerintah daerah, termasuk kios-kios dan lapak pasar dari instansi terkait.

“Kalau terkena penertiban, tidak ada alasan lagi sebab saya sudah berkali-kali mengingatkan mereka (pedagang),” ujar pria familiar ini.

(her)

News Feed