oleh

Pesan Natal dari Belanda: Kembangkan Budaya Toleransi Indonesia

RIJSWIJK, FAJARMANADO.com – Toleransi antar umat beragama yang selama ini tumbuh di antara masyarakat Indonesia di Belanda harus terus dikembangkan.

Demikian pesan Kuasa Usaha Ad-interim (KUAI) KBRI Den Haag Ibnu Wahyutomo kepada seluruh masyarakat Indonesia dalam perayaan Natal di Event Plaza, Rijswijk, Sabtu (26/12/2015) waktu setempat.

Semangat toleransi itu selaras dengan misi Muhammad SAW dan Yesus di mana tahun ini hari kelahiran mereka dirayakan nyaris bersamaan.

“Yesus maupun Muhammad keduanya sebagai ‘juru selamat’, tapi dalam konsep dan formula yang berbeda,” ujar KUAI mengutip pernyataaan Prof Dr Komaruddin Hidayat.

Kerukunan dan toleransi dalam budaya bangsa Indonesia itu mendukung terbentuknya masyarakat yang harmonis, tenteram, dan damai, sesuai misi Yesus dan Muhammad SAW.

“Keduanya merupakan instrumen Allah untuk melakukan misi keselamatan dan kebahagiaan hidup manusia,” pungkas KUAI.

Sebelumnya secara terpisah telah diselenggarakan sesi ritual berupa ibadah pagi, yang dipimpin oleh Pendeta Dr. Jakoep Ezra dari Jakarta.

Dalam khotbahnya Pendeta Ezra menyampaikan pesan untuk memuliakan Natal melalui hidup bersama secara damai.

Setelah sesi ibadah ini, barulah perayaan untuk khalayak umum. Acara diawali penyalaan lilin perdamaian oleh para tokoh agama Kristen, Katolik, Hindu dan Islam bersama KUAI KBRI Den Haag, Ibnu Wahyutomo.

Minister Counsellor Azis Nurwahyudi mengatakan bahwa berbagai elemen masyarakat turut memeriahkan perayaan Natal tahun ini.

Mereka tidak hanya membawakan lagu-lagu rohani, tapi juga musik angklung oleh DWP KBRI dan lagu-lagu nasyid dari Persatuan Pemuda Muslim Eropa (PPME) Rotterdam.

“Itu Tari Mandau Bawi dari Kalimantan dimainkan oleh mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Wageningen,” imbuh Azis.

Kemeriahan Natal WNI di Belanda diakhiri dengan Poco-poco oleh semua tamu, mengikuti lagu-lagu yang dimainkan oleh grup musik Nightbrakers.

Baca juga: Tiada Lagi Natal Putih? Di Belanda

Baca juga: 14 Kasus Intoleransi Masih Terjadi

(dtc)

News Feed