TONDANO, FAJARMANADO.com – Pemerintah Kabupaten Minahasa di bawah kendali kepemimpinan Bupati Drs Jantje Wowiling Sayow, MSi dan Wakil Bupati Ivan SJ Sarundajang, SH (JWS-Ivansa) terus bertekad menata semua infrastruktur publik.
Khusus menciptakan kenyamanan dan keamanan pengguna jasa faslitas transportasi umum, Terminal Bus Kawangkoan dan Terminal Bus Langowan dipastikan akan ditata kembali pada tahun 2016 dengan membangun ‘tempat berteduh’ mobil angkutan umum di lokasi pemberangkatan.
“Anggarannya sudah ada, walaupun masih terbatas. Terminal Kawangkoan mendapat dana sebesar 700 juta lebih dan Terminal Lagowan sekitar 200 juta,” kata Kadis Perhubungan Minahasa Siby Sengke kepada fajarmanado.com, Jumat (18/1/2/2015)
Dana Rp.700 juta lebih untuk Terminal Kawangkoan, kata dia, untuk membangun gerbang ke luar terminal dan areal parkir kendaraan jalur keberangkatan sehingga terlindung dari panas mata hari dan hujan.
“Sesuai konsep, pembangunan pintu ke luar terminal tersebut akan dibangun bertingkat dua. Di bawahnya dijadikan tempat mangkal mobil angkutan umum yang masuk jadwal berangkat,” jelas mantan Kakan Kesebangpol Minahasa ini.
Mengenai fungsi lantai dua, Sengke mengaku masih akan dikaji lebih lanjut peruntukannya, apakah dijadikan tempat dagangan kuliner atau rumah makan.
“Pihak (Dinas) PU sudah turun melihat langsung di lapangan. Desainnya sedang mereka buat. Kemungkinan besar baru gerbangnya yang akan dibangun. Kita gunaka saja anggaran yang ada, kalau tidak cukup nanti diusulkan anggaran tambahan,” ujarnya.
Sebagaimana Terminal Kawangkoan, dana yang dialokasikan di Terminal Langowan juga untuk menyediakan lokasi khusus tempat menunggu penumpang bagi kendaraan umum yang terjadwal berangkat.
“Kita akan buat pula tempat parkir kendaraan yang akan berangkat di sana. Sesuai dengan kondisinya, hanya akan ditambahkan atap berupa kanopi untuk mobil yang terjadwal berangkat dari setiap jalur trayek,” ungkap Sengke.
Kebijakan penataan dan penambahan fasilitas di dua sarana publik tersebut, menurutnya, tak lain untuk menciptakan kenyamanan bagi mobil dan calon penumpang yang hendak naik kendaraan umum.
“Kalau tempat memuat penumpang terlindung, calon penumpang maupun sopir tidak takut lagi kehujanan atau pengab di saat terik matahari,” ujar mantan penjaga gawang Persmin Minahasa ini.
Mengenai perbedaan alokasi anggaran, Sengke menapik jika karena sikap pilih kasih pemerintahan JWS-Ivansa. “Pada prinsipnya ini sesuai dengan pertimbangan kebutuhan di dua terminal itu. Kan, fasilitas pendukung di Terminal Langowan sudah cukup lengkap di banding Terminal Kawangkoan,” paparnya.
Sengke mengapresiasi sikap pemerintahan JWS-Ivansa yang menerima usulan penambahan fasilitas di dua dari tiga terminal potensial di wilayah Minahasa selain Terminal Tondano tersebut.
“Walaupun masih terbatas, persetujuan anggaran ini masuk dalam APBD 2016 merupakan wujud komitmen Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati yang memang sangat concern dengan kepentingan publik, dalam hal ini pemilik kendaraan, sopir dan masyarakat pengguna jasa transportasi di daerah ini,” ujar Sengke.
(her)

