Belum Rampung, Aula Sekolah Ini Sudah Rusak
Tangga Aula SMA Negeri 1 Kawangkoan terbelah sebelum rampung dibangun. (Foto: heru)

Belum Rampung, Aula Sekolah Ini Sudah Rusak

KAWANGKOAN, FAJARMANADO.com — Pekerjaan fisik gedung permanen yang berfungsi sebagai Aula SMA Negeri 1 Kawangkoan, Minahasa, belum rampung dibangun namun sebagian bangunannya telah mengalami kerusakan.

Beberapa dari ratusan orang tua siswa yang menghadiri ibadah Pra Natal 2015, Senin (7/12/2015) mengaku kaget melihat keberadaan bangunan berlantai dua di bagian timur sekolah yang berada di Kelurahan Talikuran Utara, Kecamatan Kawangkoan Utara tersebut.

Tangga di sisi selatan bangunan itu tampah terbelah. Tanah dudukannya pun tampak tergerus air sehingga sebagian tangga beton tersebut tampah mengatung. “Kabarnya dana pembangunannya baru sampai sebegini, nanti dilanjutkan kembali dengan alokasi anggaran tahun depan,” kata Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kawangkoan, Desy Moniung, SPd, MPd kepada fajarmanado.com, tadi siang.

Selain tangga yang terpecah, dinding fondasi bangunan yang memanjang di bagian barat juga belum diplester. Begitu pula teras dan lantai dua dalam bangunan yang los yang berfungsi sebagai ruang pertemuan tersebut, juga masih tampak baru sebatas cor, belum diplester atau dilapisi tehel.

“Mudah-mudahan saja pemerintah provinsi akan mengalokasikan tambahan dana untuk melanjutkan perampungan bangunan ini pada tahun depan,” ujar Ketua Komite Sekolah, Drs Eddy F Ruata.

Dana yang dibutuhkan untuk merampungkan gedung pertemuan ini, kata dia, masih sangat besar. “Lihat saja sendiri, disamping masih perlu dilakukan finishing, juga penataan bangunan di lantai satu karena belum memiliki dinding dan lantainya masih tanah, belum dicor dan diplester,” ujarnya.

Untuk itu Ruata mengharapkan agar Gubernur DR Sony Sumarsono, MDM dapat merampungkan program yang telah ditetapkan mantan gubernur DR Sinyo Harry Sarundajang untuk SMA Negeri 1 Kawangkoan ini.

“Kalau tidak, entah bagaimana kami merampungkannya. Untuk menggalang bantuan orang tua siswa, saya kira tidak mungkin lagi dewasa ini. Pengadaan meja kursi siswa saja sangat sulit meyakinkan orang tua siswa, apalagi meminta bantuan untuk menggalang dana ratusan sampai miliaran rupiah,” ketus Ruata.

Pembangunan aula sekolah tersebut dilakukan secara bertahap mulai tahun 2014 silam yang diawali dengan penggalian tanah dan pembangunan fondasi dan pengecoran lantai dua. “Tahun ini pembangunan gedung. Mudah-mudahan tahun depan mendapat dana untuk perampungannya,” ujarnya.

(heru)