oleh

Tahun 2015 Ada 8 Pembunuhan, Semua Dipicu Miras

TONDANO, FAJARMANADO.com — Memiriskan! Hanya selang  sekitar 11 bulan di tahun 2015 ini tercatat sudah ada 8 korban pembunuhan di wilayah Polres Minahasa.

“Yang sangat disesalkan, semua kasus pembunuhan itu berkaitan dengan etanol, yang kita kenal dengan minuman keras atau miras,” ungkap Kapolres Minahasa, AKBP Ronald F Rumondor, SIK kepada fajarmanado.com.

Romondor mengakui jika masih banyak  kasus  penganiayaan lainnya yang juga dipicu miras tetapi tidak menyebabkan korban meninggal. Jumlah kasus penganiayaan yang hanya menyebabkan korban luka-luka justru lebih banyak. Namun, berapa jumlahnya, dia mengaku tidak dapat memastikan karena banyak yang tidak dilaporkan pihak kekuarga korban atau tertangkap tangan.

Karena itulah, putra Tomohon yang berdarah Langowan ini mengingatkan kembali agar masyarakat mendukung program Brenti Jo Bagate deng Stop Kekerasan, yang telah dicanangkan kembali Kapolda Sulut, Brigjen Wilmar Marpaung pada 10 November 2015 lalu.

“Untuk membudayakan program ini sangat dibutuhkan peranserta aktif semua pihak. Terutama dari kalangan tokoh agama, orang tua maupun tokoh-tokoh masyarakat dan masyarakat pada umumnya,” katanya.

Rumondor tak menafikkan jika alkohol dibutuhkan tubuh manusia tapi apabila berlebihan akan menjadi racun dalam tubuh dan mempengaruhi otak manusia sehingga berbuat tindakan yang tidak rasional dan merugikan orang lain.

“Kalau di negara-negara Eropa, mereka pesta minuman keras  tapi saat ke luar rumah, tidak macam-macam dan berusaha berjalan normal,” ujarnya. “Kalau di sini, hanya minum (alkohol) sedikit suka bikin ribut dan ganggu orang lain,” tambahnya seraya mengungkapkan kalau prilaku buruk tersebut tengah menjadi bahan case studynya..

Untuk itulah, dia mengingatkan kepada orang tua yang memiliki anak-anak remaja dan pemuda agar senantiasa dapat mengawasi aktivitas anak-anaknya setiap hari, terutama malam hari di luar rumah.

Peran tokoh agama, lanjutnya, dibutuhkan untuk memberikan pembinaan mental spiritual kepada masyarakat dan tak henti-hentinya mengingatkan dampak negatif mengonsumsi minuman keras dan melakukan kekerasan, baik terhadap diri sendiri, orang lain maupun dampak hukumnya.

“Bagi kita orang Kristen, tubuh kita adalah rumah Allah. Makanya, jangan dirusak dengan minuman keras dan narkoba. Setahu saya, agama mana pun melarang  umatnya melakukan kekerasan kepada sesama,” ujar Rumondor lagi.

(heru)

News Feed