AMURANG, FAJARMANADO.com—Anggota DPD RI utusan Sulawesi Utara, Ir Stefanus BAN Liow, Selasa (10/11/2015) tiba-tiba muncul di Kantor Bupati Minahasa Selatan. Kehadiran di pusat pemerintahan daerah Teguh Bersinar ini ternyata telah dikabarkan sehingga disambut Sekda Drs Danny H Rindengan, M.Si.
Sebagaimana di kabupaten dan kota lainnya di Sulut, Steva, begitu sapaan akrabnya, tak lain untuk menjaring informasi dan masukan dari jajaran pemerintahan Minsel. Dalam pertemuan itu, banyak masukan yang direkamnya.
‘’Banyak masukan yang saya terima untuk dibawa ke pusat. Antara lain, perekaman e-KTP yang masih banyak kendala input data dan keterbatasan fasilitas, infrastruktur dan sebagainya,” katanya kepada wartawan.
Sebagai putera yang lahir dan besar di Minsel Steva berkewajiban memperjuangan aspirasi masyarakat, apalagi yang telah diusulkan pemerintah. “Saya tidak akan berjanji banyak, tapi saya akan berusaha memperjuangkan dan mengawal usuan program yang telah disampaikan ke pusat, terutama yang berhubungan dengan komite saya,’’ papar suami Miki Yulita Wenur ini.
Menurutnya, program Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga serta Dinas Kesehatan, sesuai masukan, ternyata masih banyak yang perlu diperjuangkan. Begitu pula rehabilitasi hutan dan pengadaan benih, termasuk pupuk untuk meningkatkan produksi dalam rangka mendukung sukses pelaksanaan program Gerakkan Sulut Menanam (GSM). ‘’Contohnya, Dikpora dan Dinas Kesehatan ternyata ttidak memiliki DAK Pendidikan dan DAK Kesehatan tahun 2015. Padahal keduanya sangat perlu untuk pembinaan dan pendidikan generasi muda,” jelas pria familiar yang juga Ketua PKB GMIM ini.
Sesuai amanat undang-undang, katanya, DAK Pendidikan dan DAK Kesehatan yang sebesar 20 persen APBN semestinya juga dialokasikan di Minsel. “Mengapa tidak ada, ini harus dipertanyakan di pusat sekaligus akan saya perjuangkan supaya daerah ini akan mendapat jatah dalam APBN tahun depan,” tandasnya.
Mengenai perekaman KTP, Steva mengatakan, seharusnya setiap kantor camat juga memiliki alat peralatan perekaman e-KTP. “ini agar masyarakat yang dari pedesaan terpencil tak harus jauh-jauh ke Kantor Dinas Dukcapil Minsel di Amurang agar hemat biaya dan hemat waktu,” katanya.
(andries pattyranie)

