LI Tipikor Ancam Pidanakan Proyek Pasar Kawangkoan
Max Sekeon, ST

LI Tipikor Ancam Pidanakan Proyek Pasar Kawangkoan

Kawangkoan, Fajarmanado.com – Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi dan Mafia Hukum (LI Tipikor) Max Sekeon, ST mengancam untuk memidanakan penanganan proyek Pasar Kawangkoan.

“Saya mengamati banyak yang tidak beres,” katanya kepada Fajarmanado.com di Kawangkoan, Senin (7/11).

Sekeon mengaku diam-diam terus mengawasi progres pekerjaan pembangunan fasilitas jual beli modern yang berbandrol Rp.6,2 miliar lebih tersebut, sejak pembongkaran bangunan lama dan pembangunannya dimulai 8 Agustus 2016 lalu.

“Kwalitas campuran material beton struktur sejak awal sudah tidak beres. Kalau kontraktor dan konsultan pengawas masih berani membantah, mari kita bongkar ambil sampelnya dan bersama-sama mengujinya di laboratorium,” ujar putra Uner, Kawangkoan ini.

Pria yang dikenal kritis dan berani ini menyatakan siap memperbaiki kembali bagian bangunan yang dibongkar untuk pengambilan sampel apabila penilainnya keliru. “Saya yang bertanggung jawab,” tandasnya.

Sekeon mengatakan, semua yang menjadi sorotan masyarakat melalui media ini, mulai dari pengadaan material, kwalitas campuran sampai tahapan pekerjaan bukan mengada-ada.

“Namanya bangunan pemerintah adalah suatu kekeliruan kalau tidak menggunakan ring balok yang memanjang di atas dinding sekalipun volumenya hanya kecil,” tandas Sekeon yang juga pengusaha konstruksi ini.

Ia menuding jika telah ada pembohongan publik yang dilakukan pihak  PT Sulfana Karya Jaya, konsultan perencana proyek yang ditangani kontraktor PT Dayana Cipta tersebut.

“Perlu diketahui, coran balok penahan pintu namanya bukan ring balok tapi balok latei,” jelasnya.

Sekeon menjelaskan, yang namanya ring balok adalah coran yang menutup bagian atas dinding yang memanjang untuk menahan beban rangka atap dan atapnya sendiri.

“Jadi keliru besar kalau pihak konsultan pengawas proyeknya mengatakan ring baloknya sengaja diturunkan setengah meter,” katanya.

Ia kemudian menantang pihak konsultan dan kontraktor proyek untuk menunjukkan RAB (Rencana Anggaran Biaya) dan desain gambar pasar modern Kawangkoan yang dibiayai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 ini.

“Coba kalau mereka berani menunjukkan RAB beserta desain gambarnya, saya yakin pasti mereka tidak mau,” tukas Sekeon lagi.

Karena itulah, ia mengancam akan memidanakan pihak-pihak yang terlibat dalam pekerjaan proyek tersebut. “Sebagai warga Kawangkoan, saya berkewajiban ikut mengawasi proyek itu, karena akan digunakan oleh saudara-saudara saya juga,” ujarnya.

Untuk itu, Sekeon mengingatkan pihak Direksi proyek harus mempertimbangkan terlebih dahulu masalahaini sebelum melakukan PHO pembayaran termin.

Seperti diberitakan, konsultan Proyek Pasar Kawangkoan menyatakan desain gambar pembangunan kios-kios Pasar Modern Kawangkoan memang tidak dilengkapi ring balok untuk dudukan rangka atap.

“Itu kami turunkan setengah meter untuk menahan roller window,”  kata Superior Engeneering PT Sulfana Karya Jaya, Ivana Makadau, ST kepada Fajarmanado.com, Selasa (25/10)

Menurut Ivana, tak ada satu pun kios yang tidak dilengkapi dengan ring balok pada pembangunan pasar modern berbandrol Rp.6,2 miliar lebih ini.

“Semua ada, bukan di atas tapi diturunkan setengah meter karena setiap kios akan dipasangi roller window. Pintu ini sangat berat jadi penahannya harus kuat,” ujarnya.

(ely)