TPID Ajak Warga Minsel Tanam Rica
Ilustrasi Tanaman Rica.

TPID Ajak Warga Minsel Tanam Rica

Amurang, Fajarmanado.com – Menjelang hari raya keagamaan seperti Natal dan Tahun Baru, harga rica (cabe), tomat dan bawang merah pada sejumlah pasar di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mulai merangkak naik.

Menyikapi hal ini, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Minsel mengajak warga untuk menanam ke tiga komoditas kebutuhan harian di dapur ini, terutama rica.

“Saatnya kita warga Minsel menaman rica. Banyak lahan kosong yang bisa digunakan, termasuk di halaman rumah,” Kabag Perekonomian Setdakab Minsel Adrian Sumuweng, SP, MSi.

Gerakkan menanam rica secara massal ini, selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga Minahasa raya pada umumnya, yang dikenal doyan dengan menu makanan pedas, juga untuk mengendalikan inflasi.

“ Gerakan Menanam Rica (GMR) dipilih karena inflasi di Minsel sangat tinggi,’’ ujarnya.

 Sumuweng menjelaskan, tren kenaikan harga bawang, rica dan tomat (barito) di daerah ini cukup membuat warga bingung. Maka untuk menekan kembali harganya, cara paling efektif dan efisien dilakukan adalah dengan menanam ke tiga jenis tanaman kebutuhan dapur ini.

 ‘’Program ini nantinya, bukan hanya mampu menekan inflasi. Tetapi, juga memberikan nilai ekonomis pada warga Minsel secara umum. Dengan demikian, kiranya program ini akan memberikan dampak baik buat warga, apabila bila dilaksanakan mulai sekarang,” jelasnya.

Mantan Camat Sinonsayang ini selanjutnya mengakatan, program GMC akan dimotori atau disponsori aparatur sipil negara (ASN). TPID telah menetapkan Desa Lopana Kecamatan Amurang Timur sebagai pilot proyek.

“Kami akan menyediakan dan memberikan bantuan bibitnya,” ungkap Sumuweng. Hasil produksi rica petani, lanjutnya, akan dibantu instansi terkait untuk dipasarkan.

Sumuweng meyakini program GMR ini akan berhasil meningkatkan pendapatan petani dan menekan inflasi daerah apabila ikut ditopang oleh pemerintah 167 desa dan 10 kelurahan.

Ia juga mengharapkan agar semua desa dapat juga memanfaatkan dana desa (Dandes) melalui program BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) untuk mendukung program ini.

 ‘’Memang, BUMDes sudah ada. Hanya saja, belum semua BUMDes berjalan seperti keinginan warga. Tetapi saya berharap, melalui program GMC ini  BUMDes akan dapat ikut berperan aktif,” papar Sumuweng.

(andries)