Fajarmanado.com, Tomohon–Senator Indonesia Ir. Stefanus BAN Liow, MAP (SBANL) akhirnya angkat bicara soal sikap tak pilih kasih Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM menghadapi Pilkada Serentak 2024.
“Sebagai warga GMIM, saya memberikan apresiasi,” komentarnya setelah berkali-kali didesak wartawan seusai menghadiri ibadah pengutusan 29 jemaat GMIM peserta kontestasi Pilkada se Sulawesi Utara di Tomohon, Kamis (07/11/2024).
Stefa Liow, sapaan karib Senator dari Dapil Sulawesi Utara ini ikut menghadiri ibadah yang dipimpin Ketua Sinode GMIM, Pdt. Hein Arina di di Aula Lantai III Kantor Sinode GMIM, Kuranga Talete Dua Tomohon itu.
Pasalnya, Ir. Miky Junita Linda Wenur, MAP, isterinya, adalah Calon Wali Kota Tomohon atau salah satu dari 29 peserta calon kepala dan wakil kepala daerah se-Sulut.
Seusai acara, sejumlah wartawan langsung mendekat dan mengajukan sederetan pertanyaan kepada SBANL yang dikenal pernah menjabat Ketua Komisi Pria/Kaum Bapa (P/KB) Sinode GMIM dan Anggota BPMS GMIM Periode 2014-2018 ini.
Namun, Ketua Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) DPD RI itu, enggan merespon. Ia hanya melempar senyum khasnya.
Pasalnya, saat itu pria familiar itu sedang sibuk mendampingi isterinya, Miky Wenur melayani jabat tangan, bercakap dan berfoto dengan sejumlah Pelsus, Pegawai kantor sinode GMIM dan anggota jemaat termasuk Panji Yosua.
Pasangan suami isteri itu memang tidak asing di mata pimpinan dan warga GMIM.
Selain pernah menjadi Ketua P/KB Sinode GMIM, Senator Stefa Liow dikenal sebagai inisiator dan pendiri Panji Yosua. Sementara Miky Wenur tiga periode sebagai Sekretaris Komisi Wanita/Kaum Ibu (W/KI) Sinode GMIM, selang tahun 2010-2022.
Saat terus dikejar sejumlah insan pers, SBANL akhirnya mengungkapkan puji syukur dan terima kasih kepada BPMS GMIM yang melaksanakan ibadah pengutusan bagi anggota jemaat atau warga GMIM sebagai Calon Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Wali Kota.
Menurut SBANL, yang kini Penasehat P/KB Sinode GMIM bahwa dengan acara ini berarti secara kelembagaan (organisasi/institusi) gereja melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya adalah mendoakan warganya tanpa terkecuali. Yakni tidak membedakan-bedakan calon tertentu.
“Ini diharapkan juga dalam berbagai ruang dan waktu diterapkan di semua aras GMIM. Ya, seperti ibadah-ibadah wilayah dan jemaat, termasuk kategorial BIPRA dan Lansia bisa ditindaklanjuti,” katanya.
SBANL mengakui di waktu-waktu lalu, seperti dalam sambutan dan atau materi dalam kegiatan gerejawi, termasuk LK3G, Konven Pelsus, sering disampai-sampaikan bahwa secara kelembagaan gereja tidak boleh berpolitik praktis.
“Artinya tidak boleh memihak kepada salah satu partai politik di dalamnya calon tertentu,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa tugas gereja adalah mendoakan serta memberikan penggembalaan, pembinaan dan pendidikan politik bagi warganya untuk saling mendoakan, menjauhi dari politik kotor, mengfitnah dan menjatuhkan sesama.
Senator SBANL juga mengajak semua elemen untuk senantiasa mengedepankan persatuan, kesatuaan dan kekeluargaan karena sesungguhnya perbedaan adalah anugerah dan kekayaan dari Tuhan yang mempersatukan torang samua.
[**/nly]

