Fajarmanado.com – Pertahanan diri perlu diberikan pada anak. Bukan untuk sok-sokan agar anak jadi jagoan, tapi lebih sebagai bekal anak untuk menghadapi bullying fisik secara langsung.
“Pertahanan diri berguna untuk keluar dari keadan yang tidak baik. Memukul dan nendang itu the last thing.
“Yang penting itu agar anak berani stand up,” kata David Krav, pelatih Krav Panin el Panim (KAPAP) dalam seminar ‘Importance of Parenting Safety Awareness and Martial Arts to Prepare Your Kids Against Bullying,’ di Bodytec Station, Jl Kemang Raya, Jakarta Selatan, baru-baru.
Pertahanan seperti apa yang perlu anak tahu, menurut David, sebelum anak diserang ataupun di-bully fisik secara langsung, dengan pertahanan diri yang dimiliki bisa menghindarinya.
“Biasanya sebelum terjadi physical contact, terjadi dulu serangan verbal. Saat menghadapi situasi semacam ini, anak bisa open hands dan up hands,” ujar David sambil mengangkat tangan, di mana telapak tangan menghadap pada orang yang akan menyerang.
“Lakukan itu sambil bilang ‘stop, that’s not nice’. Pada saat ada yang hendak menyerang itu, kepala jangan nunduk, pastikan ada eye contact,” imbuhnya.
Jika satu tangan dipegang oleh orang yang akan menyerang, anak bisa berusaha melepaskan diri dengan cara menggerakkan tangan tersebut dengan mengikuti jempol tangannya.
Sementara jika satu tangan dipegang si penyerang dengan dua tangan, cara membebaskan dirinya adalah dengan menarik tangan sendiri menggunakan tangan yang bebas. Misal tangan kanak yang dipegang, maka tangan kiri yang bebas memegang pergelangan tangan kanan, lalu tarik ke atas.
Apabila didorong oleh si penyerang dan anak jatuh, beritahu anak untuk tetap mengangkat kepalanya.
Jika si penyerang hendak menyerang atau mencekik anak yang jatuh, si anak bisa menahan si penyerang dengan kakinya.
Ingat, menahan tubuh penyerang bisa dilakukan dengan menempatkan ke dua kaki anak ke perut penyerang.
Sementara jika penyerang sudah dalam posisi lebih rendah ke tanah (jongkok), anak bisa mempertahankan diri dengan menjejak pinggul si penyerang dengan kedua kakinya.
“Anak harus tahu bahwa pukul tendang jangan sampai jadi jawaban pertama. Pertahanan diri ini penting untuk mengantisipasi sebelum sesuatu terjadi. Lebih kepada awareness,” imbuhnya.
(wlp/ely)

