Motoling, Fajarmanado.com – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Motoling Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) selang sekitar empat jam pada Selasa (18/10) menyebabkan beberapa titik longsor.
Meski tidak besar, longsor-longsor kecil tersebut menutupi saluran air dan bahkan ruas jalan sehingga mengganggu kelancaran arus lalulintas. Masyarakat terpaksa harus gotong royong menyingkirkan tanah yang menutupi ruas jalan.
pukul 14.00 hingga 17.00 atau sekitar 4 jam membuat sejumlah sarana prasarana seperti drainase tersumbat. Aikibatnya, air hujan justru mengalir di jalan raya.
Pengamatan Farajmanado.com, hujan yang mengguyur selang Pukul 13.00-17.00 WITA, menyebabkan gangguan lalulintas di Kecamatan Motoling Timur. Tak heran, Desa Picuan Baru, Tokin, Tokin Talikuran, Karimbow dan Karimbow Talikuran, Wanga serta Desa Wanga Amongena nyaris tak bisa dilalui kendaraan.
Begitu pun jalan di desa-desa di Kecamatan Motoling Timur hampir juga tak bisa dilewati kendaraan.
‘’Ya, sekarang kan musim penghujan. Makanya, jalan yang ada di desa Kecamatan Motoling Timur dan Kecamatan Motoling (pusat kota, red) tak bisa dilalui kendaraan dengan baik. Karena kondisi saluran di wilayah ini semuanya rusak tersumbat,’’ ujar Roy Paat, warga Motoling.
Dikatakan Paat, kondisi saluran atau drainase di Motoling Raya seharusnya diperbaiki. Jika tidak akan semakin tersumbat dan bakal merusakkan drainase dan jalan disekitarnya akibat abrasi.
Drs JB Lendongan, pria asal Desa Wanga Kecamatan Motoling Timur mengharapkan Hukum Tua Desa Wanga yang baru dilantik Bupati Christiany Eugenia Paruntu akan memperjuangkan perbaikan saluran di Wanga.
“Sebagaimana yang terjadi selama ini, kondisi saluran di Desa Wanga yang berada di tepian jalan raya selalu tersumbat apabila hujan lebat. Makanya perlu ada penanganan serius,” tandas pensiunan ASN di Amurang ini.
(andries)

