TAIPEI, Fajarmanado.com — Langkah Riky/Gloria terhenti pada babak semifinal Taiwan Masters 2016, Sabtu (15/10). Mereka menyerah dari pasangan Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet, dengan skor 5-11, 11-7, 8-11, dan 6-11.
Perjuangan Riky/Gloria terbilang antiklimaks. Setelah sebelumnya selalu menyingkirkan unggulan, mereka justru tumbang dari lawan yang tak difavoritkan.
Pada laga di Hsing Chuang Gymansium tersebut, Riky/Gloria, kalah start. Ganda Hong Kong langsung bermain agresif sejak gim pertama. Mereka tak membiarkan ganda Indonesia mengembangkan permainan. Penampilan taktis Tang/Tse hanya mampu diimbangi Riky/Gloria hingga skor 4-4. Setelah itu, Tang/Tse tak terbendung untuk merebut kemenangan pada gim pertama.
Pada gim kedua, Riky/Gloria menghidupkan harapan lolos ke putaran final. Kali ini mereka berhasil mengendalikan penuh jalannya pertandingan. Riky/Gloria sama sekali tak membiarkan ganda Hong Kong menyamai perolehan poin mereka. Alhasil, gim ini berhasil dimenangi pasangan Indonesia.
Momentum tersebut gagal dijaga Riky/Gloria pada gim ketiga. Mereka gagal mengulangi dominasi sehingga kembali membangkitkan kepercayaan diri Tang/Tse. Pertarungan pun berlangsung kurang sengit karena pasangan Hong Kong tak membiarkan Riky/Gloria mengembangkan permainan. Tang/Tse pun kembali unggul setelah memenangi gim ini.
Pada gim penentuan, Tang/Tse, semakin tak terbendung. Riky/Gloria tak mampu mengimbangi permainan agresif pasangan lawan. Alhasil, ganda Hong Kong benar-benar mendominasi permainan sejak awal hingga akhir. Pertandingan ini pun ditutup dengan kemenangan Tang/Tse dengan skor 11-6 pada gim keempat.
Dengan tersingkirnya Riky/Gloria, harapan Indonesia untuk merebut tiket final Taiwan Masters tinggal bertumpu pada ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Mereka akan berjibaku melawan ganda Singapura, Yong Kai Terry Hee/Kean Hean Loh.
Pada awal permainan, Riky dan Gloria tampak tegang. Selain itu, mereka juga terlihat terburu-buru untuk segera mendapatkan poin. Hal inilah yang dinilai menjadi penyebab kekalahan Riky/Gloria.
“Rasa tegang itu ada, tetapi hanya di awal, selanjutnya tidak terlalu tegang sih. Pada gim pertama, kami memang terlalu buru-buru ingin mematikan bola,” tutur Gloria seperti dikutip situs resmi PBSI.
“Kami bisa mengontrol permainan waktu di game kedua dan ketiga, namun sayang kami kurang sabar,” tambahnya.
Sementara itu, Riky mengakui dirinya tak bisa menahan emosi sehingga kerap menguntungkan lawan. “Saya memang sempat tidak bisa mengontrol emosi saat sudah unggul lalu kesusul lawan,” tutur Riky.
Riky/Gloria mengaku banyak hal yang harus dievaluasi. Meski demikian, pencapaian mereka sudah terbilang bagus mengingat keduanya belum lama dipasangkan.
(bolacom)

