Jakarta, Fajarmanado.com – Kondisi keamanan di Kecamatan Tompasobaru Kabupaten Minsel terus pasang surut, tidak kriminan dan bentrok antarkelompok nyaris terus terjadi.
“Saya mengamati penegakan hukum dan penyelesaian masalah di kampung asal saya seakan tak penah tutasnya belum pernah tuntas,” kata Ketua Umum Rukun Minaesa Tompasobaru-Maesaan se-Jabodetabek Brurtje Maramis, SH MH
Kasus demi kasus hampir terus muncul dan terjadi di Tompasobaru, baik antarinduvidu maupun antar kelompok dan antarkampung, yang terakhir menyebabkan Jerry Limpele, warga asal Kinalawiran meninggal dunia.
Maramis menunjuk perkelahian antarkelompok yang santer disebut dipicu perbedaan dukungan pada Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Desa Tompasobaru Satu.
“Kasus ini dianggap sudah selesai, karena ke dua calon Kumtua sudah sepakat damai. Tapi duri dalam sekam atau dendam antar penduduk kemungkinan bisa saja masih ada jadi harus diselesaikan sampai ke akar-akarnya jangan hanya sampai pada kesepakatan damai antara ke dua calon,” jelasnya.
Pria yang dikenal sebagai lawyer sukses di Jakarta ini mengatakan, menjadi penting di sini adalah bagaimana menyelesaikan kasus demi kasus sampai tuntas dengan terus mendekati dan memberikan pemahaman kepada semua pihak yang terlibat, terutama pihak korban.
Dia menilai penanganan Kamtibmas di Tompasobaru masih sangat lemah. Para pelaku yang jelas-jelas melakukan tindak kriminalitas harus diproses hukum sambil terus menerus memberikan penyadaran hukum kepada masyarakat secara kontinyu.
“Sebagian besar masalah Tompasobaru khususnya bisa dikatakan belum tuntas lantaran tidak diproses secara hukum, jangan-jangan ada apa-apanya. Jadi bagaimana mungkin persoalan selesai kalau masalah utama tidak dituntaskan atau diselesaikan,” katanya.
Menurut Maramis lagi, sejak dulu Tompasobaru dikenal ‘’panas’’ bahkan sangat ‘’garang’’. Namun, tinggal bagaimana kita menyelesaikan kasus-kasus yang kesemuanya hampir menjadi tranding topic di Minsel dan Sulawesi Utara tersebut.
Sebagai bukti, lanjut dia, panasnya persaingan Pilhut Tompasobaru Satu berimbas sampai perhelahian antara Desa Kinalawiran dan Tompasobaru Satu.
“Kasus meninggalnya salahsatu warga desa Kinalawiran tersebut harus dituntaskan sesuai hukum yang berlaku.
‘’Sebagai warga kawanua, khususnya Kerukunan Minaesa Kecamatan Tompasobaru dan Maesaan se-Jabodetabek ikut berduka cita yang sedalam-dalamnya,” katanya.
Maramis mendesak Polda Sulut segera menetapkan tersangka. belum menetapkan tersangka. Kepolisian juga diminta bertindak tegas, siapa pun tersangkanya, meskipun anggota Polri,’’ tandasnya
Maramis mengaku prihatin karena bentrok antarkampung tersebut menyebabkan Kapolda Sulut Letjen Pol Drs Wilmar Marpaung, SH dan Wakil Bupati Franky D Wongkar, SH harus turun langsung meredakan ketegangan.
“Pak Kapolda dan Pak Wakil Bupati sebetulnya tidak harus turun apabila penegakkan hukum atas kasus-kasus yang terjadi di Tompasobaru ini selalu tuntas ditangani,” ujarnya.
Dia mengharapkan kasus terakhir ini bisa menjadi test case agar masalah serupa tidak akan terjadi lagi. “Kita lihat saja nanti,” tambah Maramis.
(andries)

