Manado, Fajarmanado.com — Ini patut dibanggakan dan diapresiasi. Ketika diluncurkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 3 November 2014, menerima beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) terus bertambah di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
“Ya, jika awalnya tak sampai 4 ribu, tahun (2019) ini hampir mencapai 20 ribu penerima,” kata Vanda Sarundajang, anggota Komisi X DPR RI ketika dikonfirmasi Fajarmanado.com di Manado, Rabu (27/3/2019)
Legislator PDIP Sulut ini juga tak menampik jika kenaikan jatah penerima PIP di daerah Nyiur Melambai adalah bagian dari hasil lobinya selang sekitar dua tahun duduk di Komisi X, yang antara lain, membidangi pendidikan ini.
PIP adalah bagian dari program Kartu Indonesia Pintar (KIP) pemerintahan Jokowi untuk anak usia 6-21 tahun dari keluarga miskin dan rentan miskin. Tahun 2019 PIP sudah terintegrasi dengan beasiswa Bidik Misi untuk mahasiswa.
Meski nyaris tembus angka 20 ribu penerima, namun Vanda tak mau mengklaim jika pertambahan kuota penerima PIP di Sulut adalah hasil perjuangan pribadinya.
Padahal, dari enam orang yang duduk DPR RI dari Dapil Sulut, hanya dirinya yang masuk dan bertugas di Komisi X sekitar dua tahun terakhir.
“Saya mau bilang apa, itu memang sudah menjadi tugas setiap anggota dewan di komisi masing-masing untuk memperjuangkan kepentingan daerah di pusat,” kata Srikandi Banteng yang diutus kembali maju pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 17 April 2019 Dapil Sulut dengan nomor urut 5 ini.

Karena itulah, VaSung, sapaan familiar putri Dr Sinyo Harry Sarundajang, Dubes Indonesia untuk Filipina ini menyatakan sangat berkewajiban mengontrol proses pencairan dan penggunaan dana PIP ini.
“Setiap saya datang bertemu dengan masyarakat, saya tetap menggali informasi bagaimana dengan penyaluran PIP. Saya juga punya tim sejak terpilih tahun 1999. Mereka saya tugasi pula untuk memantau realisasi setiap program yang saya perjuangkan di pusat,” paparnya.
VaSung menegaskan, program PIP tidak hoax. Jika ada timnya turun mendata anak-anak yang berhak menerima bantuan pendidikan ini memang adalah benar. Pendataan tidak hanya dilakukan saat menjelang Pemilu 2019, tapi juga tahun-tahun sebelumnya.
“Tahapannya, Januari sampai Juni adalah pendataan. Selanjutnnya Juli sampai Agustus menginput data, kemudian pencairan September hingga akhir tahun,” jelasnya.
Vanda mengakui bahwa dirinya punya pasword khusus untuk menginput data. “Saya punya tim khusus untuk menginput nama-nama calon penerima,” ungkapnya.
Ia pun memastikan bahwa nama-nama yang pihaknya input akan mendapat dana bantuan PIP sepanjang tidak ada komplain dari pihak lain, terutama dari sekolah dan instansi pendidikan secara berjenjang.
“Jadi, saya juga perlu tegaskan, kalau nama sudah diinput, dapat dipastikan akan menerima PIP walaupun saya tidak terpilih lagi,” tandas Vasung, adik kandung mantan Wakil Bupati Minahasa, Ivan SJ Sarundajang ini.
Penulis: Herly Umbas

