Tompaso, Fajarmanado.com – Max F Langi, hukum tua (Kumtua) terpilih Desa Tempok Selatan, Kecamatan Tompaso teruji sebagai pribadi yang tegar. Meski menagung pergumulan karena ayah dan anak kandungnya terbaring lemas di rumah sakit, Langi tetap mengikuti prosesi pelantikkannya, Selasa (30/9).
Rangkaian acara pelantikan Langi sebagai Kumtua definitip periode 2016-2022 bangsal Desa Tempok Selatan siang tadi, berlangsung sesuai protokoler yang telah ditetapkan. Mengenakan atribut lengkap kumtua, Langi diambil sumpah dan dilantik Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow,MSi.
Selain masyarakat setempat, pelantikan juga disaksikan oleh Asisten I Setdakab Dr Denny Mangala,MSi, Kaban BPMPD Jefry Sajow,SH, Kadis Pertambangan Donald Wagey, Kadis Perkebunan Ir Wenny Talumewo, Kadis Pariwisata Debby Bukara,SE, Kabag Umum Drs Johny Tendean,MM, Kabag Humas dan Protokol Agustivo Tumundo,SE MSi, Camat Tompaso Meidi Keintjem,Spd MM, para Hukum Tua dan Tokoh Agama Kecamatan Tompaso serta undangan.
Bupati Minahasa mengatakan, saat ini Max F Langi adalah milik semua warga Desa Tempok Selatan, bukan hanya mereka yang menjatuhkan pilihan kepadanya waktu pemilihan hukum tua (Pilhut) lalu. “Saat ini saudara Max Langi sudah menjadi milik bersama warga Desa Tempok Selatan,” ujar Sajow.
Sementara itu Hukum Tua Max F Langi memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Desa Tempok Selatan, karena sudah mempercayakannya untuk memimpin kembali desa ini.
” Puji Tuhan acara pelantikan ini boleh terlaksana, walaupun saya diperhadapkan dengan satu ujian dimana anak dan papa saya sedang terbaring sakit di RSUD Malalayang Manado. Ppapa saya sedang koma di ruang ICU. Tapi saya bersyukur Tuhan tetap memampukan saya sehingga tegar menghadapi semuanya ini ,” katanya usai pelantikan kepada Fajarmanado.com.
Sebagaimana sudah menjadi tekadnya selama ini, Langi mengatakan bahwa komitmennya adalah akan terus berusaha mengsejahterakan masyarakat dan melanjutkan pembangunan infrastruktur serta pertanian, lebih khusus pengembangan tanaman padi, jagung bawang, rica dan tomat yang telah dilaksanakan selama ini.
“Tidak ada yang muluk-muluk, karena itulah yang menjadi dambaan dan harapan masyarakat desa kami,” pungkas Langi.
(den)

