Manado, Fajarmanado.com – Deklarasi melawan radikalisme dari 3 ribuan pimpinan perguruan tinggi di Nusa Dua Bali 25-26 September 2017, kembali bergema nyaring di seantero Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pas pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89.
Khusus di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), komitmen perguruan tinggi Sulawesi Utara (Sulut) diwujudkan dalam bentuk deklarasi yang digelar bersamaan dengan upacara Hari Sumpah Pemuda di Lapangan Universitas Sam Ratulangi Manado.
Dipimpin Inspektur Upacara (Irup) Rektor Unsrat Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat, MSc DEA, ribuan civitas akademika terpantau hadir bersama Kaban Kesbangpol Ir Steven Liow mewakili Gubernur Sulut pada acara yang dihelat, Sabtu (28/10/2017).
Para peserta deklarasi tersebut, terdiri dari para pimpinan, dosen, pegawai dan mahasiswa perguruan tinggi (PT) baik negeri maupun swasta. Mereka sepakat menyatakan mendukung sepenuh untuk menindaklanjuti Deklarasi Bali 25-26 September 2017.
Berbagai atraksi mewarnai kegiatan yang berlangsung sekitar tiga jam pada sore itu. Di antaranya, aneka tarian nasional dan pembacaan doa oleh para tokoh lintas Agama.
Sekretaris Organizing Committee (OC) Deklarasi Melawan Radikalisme PT se-Sulut, Roy Liow menjelaskan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut Aksi Kebangsaan komunitas PT Seluruh Indonesia di Nusa Dua Bali, September 2017.
Pertemuan pimpinan Perguruan Tinggi selang 25-26 September tersebut, bertemakan; Aksi Kebangsaan Melawan Radikalisme, yang dihadiri lebih dari 3.000 peserta dari penjuru NKRI.
“Ada dua momentum penting dalam kegiatan di Bali waktu itu. Yaitu, pembacaan Deklarasi Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme di depan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada hari Selasa, 26 September 2017, dan ke dua kesepakatan dalam rapat pleno di ballroom BNDCC pada hari Senin, 25 September 2017 untuk melaksanakan Deklarasi Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme di setiap propinsi atau kota secara serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 28 Oktober 2017, dengan melibatkan jaringan Panitia Pelaksana kegiatan Pertemuan Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Indonesia,” jelasnya.
Untuk itulah, lanjut Liow, tujuan deklarasi di lapangan upacara Unsrat ini tak lain untuk mempertegas sikap perguruan tinggi se-Indonesia bersama civitas akademika dari semua PT di Sulut untuk melawan radikalisme dan intoleransi, serta menjadi benteng bagi Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Semoga kegiatan ini juga dapat ditindaklanjuti di setiap perguruan tinggi yang ada di Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Liow, yang juga Ketua Kelompok Mahasiswa (Kemah) KGPM ini.
Selain pembacaan deklarasi oleh sejumlah pimpinan PT, acara diwarnai pula dengan penandatanganan deklarasi oleh pada pimpinan PT yang hadir dan pelepasan balon warna merah dan putih.
Penulis : Toar Umbas

