Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), menyusl masuknya pasokan 6 ribu keping Tondano, Fajarmanado.com – Ini kabar gembira bagi masyarakat. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Minahasa dikabarkan segera mencetak Kartu blangko KTP dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)
Kepala Disdukcapil Minahasa, Riviva Maringka mengatakan, 6 ribu keping blangko KTP tersebut diprioritaskan untuk pencetakan e-KTP masyarakat yang telah melakukan perekaman sejak tahun 2016 silam yang sampai saat ini masih menggunakan Surat Keterangan (Suket) karena belum mimiliki e-KTP.
“Blangko yang sudah masuk saat ini berjumlah 6000 keping. Jadi kami akan melakukan pencetakan bagi penduduk yang telah melakukan perekaman data lebih dulu,” ujar Maringka kepada Fajarmanado.com di Tondano, Kamis (27/07/2017).
Seperti diketahui, mulai sekitar September 2016, Disdukcapil kesulitan memenuhi permintaan e-KTP masyarakat. Langkah prioritas sempat tempuh namun pada akhirnya ketersediaan blangko habis. Hal ini berlaku secara nasional.
“Saya sudah melakukan perekaman sejak tahun lalu, belum juga ada KTP elektronik sampai saat ini. Padahal, masa berlaku surat keterangan terbatas dan hampir habis,” kata Mieke Umbas, warga Desa Warembungan kepada Fajarmanado.com, pagi tadi.
Maringka mengharapkan kesabaran masyarakat yang telah melakukan perekaman. “Mereka yang melakukan perekaman lebih dulu akan kami prioritaskan. Kan, datanya ada pada kami,” ujarnya.
Menurut dia, untuk posisi saat ini berdasarkan data yang dimiliki Dinas Dukcapil, baru 60 persen penduduk Minahasa yang memiliki KTP. Sementara 40 persen belum. Tapi, sebagian besar telah melakukan perekaman.
“Posisinya sudah 60 persen penduduk yang punya KTP. Tapi yang telah melakukan perekaman, sudah di angka 95 persen. Jadi masih ada 5 persen penduduk yang belum melakukan perekaman,” jelasnya.
Maringka juga mengatakan, jika nantinya 6000 keping KTP-el tersebut tidak memenuhi kebutuhan, maka pihaknya akan melakukan permintaan ke Kemendagri.
“Kalau tidak cukup, tentu akan diminta ke Kemendagri lagi. Karena blangko e-KTP ini dibuat di tempat yang sudah ditentukan. Jadi bukan di sembarang tempat. Karena spesifikasinya khusus,” katanya.
Maxi Mamuaya, warga Tondano, mengapresiasi kebijakan Disdukcapil untuk mengutamakan mencetak e-KTP dari masyarakat yang telah melakukan perekaman lebih dulu.
“Ada banyak yang melakukan perekaman sejak tahun 2016 tapi belum punya e-KTP. Termasuk anggota keluarga saya. Kiranya instansi terkait melakukan pencetakan berdasarkan perekaman lebih awal,” paparnya.
Penulis: Fiser Wakulu
Editor : Herly Umbas

