Tiada Lagi Natal Putih? Di Belanda, Ya!
Foto: Randy/detikTravel

Tiada Lagi Natal Putih? Di Belanda, Ya!

DEN HAAG, FAJARMANADO.com – Natal terindah adalah Natal Putih. Namun, Natal Putih yang dinanti-nanti banyak orang ternyata tak terwujud tahun ini.

Bayangkan syahdunya. Sejauh mata memandang, Bumi dan semua yang ada di permukaannya memutih, diselimuti salju yang turun dengan takzim. Itulah Natal Putih.

Tapi Natal istimewa itu di Belanda tak datang. Bulan Desember tahun ini terlalu hangat, membuat salju gerah untuk turun, malu-malu.

Suhu rata-rata sepanjang Desember ini tercatat 8,6 derajat Celsius, angka ini bahkan 1,3 derajat lebih tinggi dari suhu tertinggi rata-rata di bulan Desember yang pernah dicatat sejak 1974, demikian statistik situsweb cuaca weerplaza.

Natal Putih terakhir turun di Belanda lima tahun lalu (2010). Setelaj itu, ia berlindung di langit sana, nan jauh. Lima kali merayakan Natal, salju tak memutihkan lagi bumi Belanda.

Bahkan akibat suhu Desember yang cukup ekstrem itu, pepohonan seperti linglung. Mereka mulai menggeliat bertunas genit, dikira sudah musim semi.

Mungkinkah itu semua tanda-tanda Bumi sudah semakin panas dan penat, akibat ketamakan manusia?

Semoga umat manusia bisa menangkap semangat Natal dan pesan Paus Fransiskus yang cukup relevan, “…hendaknya tidak dibuai oleh harta…konsumerisme dan hedonisme, kekayaan dan pemborosan,”

Konsumerisme, hedonisme, kekayaan, pemborosan, biasanya menjadi bahan bakar ketamakan, yang membuat manusia tega, kejam dan abai pada segala tatanan etika.

(dtc)