Tondano, Fajarmanado.com – Perayaan pengucapan syukur di Kabupaten Minahasa untuk tahun 2017 ini diagendakan tanggal 23 juli mendatang. Pada perayaan kali ini, pemerintah sudah menyusun berbagai agenda untuk menjadikan momentum ini sebagai ajang promosi pariwisata di Minahasa.
Menurut bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow (JWS), momentum pengucapan syukur ini merupakan pesta iman yang harus dimaknai dengan benar agar perayaan tahunan ini, dapat memberikan makna dan kesan religius. Hal ini dikatakan JWS saat memimpin rapat koordinasi untuk mematangkan persiapan pelaksanaan pengucapan syukur dengan para ketua-ketua wilayah, pendeta serta tokoh agama dari berbagai denominasi gereja di Minahasa.
“Pengucapan syukur merupakan pesta iman, pesta iman tanpa minuman keras (Miras) untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan dan kriminalitas,” ujar JWS.
JWS menjelaskan, peran para pendeta dan tokoh agama sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak merayakan pengucapan syukur ini dengan minuman keras agar pelaksanaan pengucapan syukur nanti bisa berlangsung aman serta dapat memberikan kenyamanan bagi para tamu yang akan berkunjung ke Minahasa.
Selain itu JWS mengatakan kalau rencananya pemerintah akan bekerja sama dengan Dinas Pariwisata untuk mengundang turis untuk datang di Minahasa pada hari pengucapan syukur. Untuk itu, diharapkan sosialisasi dari pendeta-pendeta di gereja-gereja bahwa jangan ada jemaat yang merayakan pengucapan syukur sendiri.
“Pengucapan syukur diadakan serentak untuk kebersamaan kita di tanah Minahasa. Mari kita tetap jaga kebersamaan gereja-gereja yang sudah ada di Minahasa,” jelas JWS.
Penulis : Fisher Wakulu
Editor : Joel Polutu

