Mandi di Sungai, Siswa SMP Ditemukan Tak Bernyawa di Pantai
Korban adik Oliver Matahang (12), saat ditemukan oleh TNI, Polri dan Basarnas dalam keadaan meninggal dunia.

Mandi di Sungai, Siswa SMP Ditemukan Tak Bernyawa di Pantai

Amurang, Fajarmanado.com – Pantai Sea Side Amurang, Minahasa Selatan (Minsel) minta korban. Oliver Matahang, warga Kelurahan Uwuran Dua, Kecamatan Amurang dilaporkan hilang saat mandi di sungai Ranowangko. Siswi SMP Aquino Amurang ini akhirnya ditemukan di pantai Kambiow pada Rabu (07/06/2017) pagi tadi.

Oliver, anak 13 tahun ini dilaporkan hilang terbawa arus saat mandi sambil bermain bersama rekan-rekan sebayanya di sekitar muara Sungai Ranowangko pada Selasa (06/06/2017) sore. Ketika itu, korban terpeleset dan jatuh kemudian terbawa arus menuju pantai

Mendengar teriakan rekan-rekan korban, warga disekitar pun ramai-ramai melakukan pencarian. Namun korban belum sempat ditemukan karena keburu malam.

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pagi tadi. Jajaran Pol Air dan Tim Patola Polres Minsel bersama anggota Koramil Amurang dibantu penyelam warga sekitar berhasil menemukan korban namun dalam keadaan tidak bernyawa lagi.

Kapolres Minahasa Selatan AKBP Arya Perdana, SH, SIK, MSi, saat dikonfirmasi pagi tadi, membenarkan bahwa saat ditemukan Oliver dalam kondisi meninggal dunia.

“Korban sebenarnya sudah diketahui keberadaanya pada tadi malam namun karena gelombang besar dan cuaca buruk maka proses evakuasi baru bisa kami lakukan pagi ini,” ungkap Kapolres.

Adapun jenasah almarhum langsung dibawa ke rumah sakit Kalooran Amurang untuk proses penyelidikan medis lanjutan.

Peristiwa ini ramai dibicarakan warga melalui akun facebook sesaat setelah korban dinyatakan hilang, sore kemarin. Mereka mengusulkan agar Pemkab Minsel segera memasang rambu-rambu pantai.

“Selain itu, juga harus dipasang papan pengumuman agar tidak ada lagi anak-anak bermain di pantai tanpa ada pengawasan orang dewasa karena kejadian seperti ini bukan baru pertama kalinya,” komentar Refly J Umpel, warga Minsel yang tinggal di Jayapura ini.

Ia mengaku kaget karena musibah itu terjadi disaat Oliver dan siswa SMP dan sederajat tengah menghadapi ujian semester kenaikan kelas. “Saya bukan menyalahkan siapa-siapa, tapi sebaiknya Pemkab memasang rambu-rambu pantai agar anak-anak tidak sembarangan bermain di sana,” ujarnya.

Senada dikatakan Djeny Ch Pontoh. Ibu rumah tangga warga Desa Kilometer Tiga, Kecamatan Amurang menilai orang tua harus meningkatkan pengawasan kepada anak-anaknya di luar jam sekolah.

“Ya, seperti usul Pak Refly Umpel, sebaiknya pemerintah memasang rambu-rambu pantai di wilayah yang rawan kecelakaan. Selain itu, pemerintah kelurahan dan desa setempat harus ikut juga bersama-sama menghimbau dan mengingatkan anak-anak yang bermain di pantai tanpa pendampingan orang dewasa,” paparnya.

Pontoh mengatakan, banyak lokasi di sepanjang pantai Minsel dan Amurang khususnya yang telah memakan korban jiwa selama ini. “Jadi perlu ada tanda peringatan supaya peristiwa seperti ini tidak bakal terjadi kembali,” tuturnya.

Penulis  : Andries Pattyranie

Editor    : Herly Umbas