Tetap Berjaga, Kapolda Sulut Klaim Perbatasan Aman dan Kondusif
Personil Polda Sulut siaga melakukan operasi pengamanan di perbatasan Sulut dengan Filipina.

Tetap Berjaga, Kapolda Sulut Klaim Perbatasan Aman dan Kondusif

 

Manado, Fajarmanado.com – Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Bambang Waskito mengatakan kondisi di perbatasan daerah Sulawesi Utara (Sulut) dan negara tetangga, Filipina hingga saat dalam keadaan aman dan kondusif dari ancaman masuknya anggota kelompok radikal ISIS.

“Sampai saat ini belum ada indikasi-indikasi, ada yang lolos  masuk ke Sulawesi Utara,” ujar Kapolda Waskito didampingi Kabid Humas Kombes Pol Ibrahim Tompo, SIK, MSi, saat diwawancarai awak media di Manado.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya juga sudah menyiapkan beberapa kekuatan, penebalan-penebalan pasukan di perbatasan seperti di Marore, Miangas dan Nanusa. Selain itu, Polri juga sudah bekeja sama dengan TNI, Imigrasi dan Pemerintah Daerah agar bisa saling bersinergi menghalau dan menyekat lolosnya kejadian di Marawi.

“Kita juga sudah mengerahkan kekuatan dari Polda baik dari Brimob, Polair dan dari intelejen untuk membackup Polsek yang ada di perbatasan. Di samping pulau berpenghuni kita juga melakukan pantauan terhadap pulau-pulau yang tak berpenghuni,” kata Kapolda menjawab terkait gejolak yang terjadi di Kota Marawi Filipina,  Sabtu (03/06/2017),

Secara geografis, pulau Miangas, Nanusa dan Marore merupakan pulau terdekat yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Filipina.

Meski begitu,  Kapolda mengungkapkan, pada Kamis malam sempat ada perahu dari Filipina yang masuk ke pelabuhan Naha Sangihe, namun setelah dicek ternyata hanya memuat 12 orang pekerja yang sedang cuti sebulan pulang ke negaranya. “Kapalnya juga tidak memuat yang lain,” katanya.

Orang-orang ini, lanjut Kapolda, memang kadangkala masih ada ikatan-ikatan kekeluargaan antara penduduk Sangihe dengan penduduk Filipina, yang dikenal dengan istilah PiSang (Pilipina-Sangir) dan SaPi (Sangir-Pilipina). “Mungkin orang tuanya di Filipina dan dia bekerja di Bitung dan sebaliknya,” ujarnya.

Terkait 7 WNI yang masuk daftar percarian orang (DPO), menurut Warkito, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Densus dan Mabes Polri.

Kapolda  juga mengimbau, khususnya warga yang berada di pesisir pantai di perbatasan agar segera memberikan informasi apabila melihat ada perahu yang masuk dari arah Filipina. “Orang yang tak dikenal, pendatang baru wajib lapor dan kita akan melakukan identifikasi,” jelasnya.

Bukan hanya di daerah perbatasan, perintah kesiapsiagaan ini, menurut Kapolda, juga berlaku bagi seluruh jajarannya di Sulawesi Utara, termasuk Bhabinkamtibmas.

“Bhabinkamtibmas yang ada di wilayah terpencil harus selalu berkoordinasi dengan masyarakat, Polair juga punya program kamtibmas di perairan, semua lini saya sudah gerakkan,” tandasnya.

Penulis : Tonny M

Editor    : Herly Umbas