Tatapaan, Fajarmanado.com – Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) memiliki banyak pulau terluar yang berpotensi menjadi obek wisata. Untuk itu, Bupati Christiani Eugenia Paruntu SE menantang Kepala Bapelitbangda Dr Meidy Maindoka menata dan memoles pulau-pulau tersebut menjadi objek wisata.
Tetty, sapaan akrab Bupati Minsel ini menilai Bapelitbangda belum bersikap lebih jauh untuk menata objek wisata. Masih banyak potensi wisata yang belum disentuh. “Saya minta, Bapelitbangda menginventarisir supaya memperhatikan pulau-pulau kita yang berpotensi seperti itu,” katanya.
Objek-objek berpotensi wsisata itu, lalnjutnya, antara lain, Dinding dan Air Terjun Ta’kaan Desa Kilometer Tiga, Pantai Moinit Indah di Desa Tawaang Timur, Gunung Sasayaban dan banyak lagi yang tidak terekspos.
Dalah satu yang patut diperhitungkan, menurut Tetty, adalah pulau Sepatu di wilayah Tatapaan.
“Saya minta Bapelitbang supaya memberi perhatian terhadap pulau ini untuk ditata menjadi salahsatu objek wisata di daerah ini,” ujar Bupati Tetty.
Dikatakan Bupati CEP, bahwa akhir tahun 2017 sudah ada perencanaan sejumlah objek wisata di Minsel. ‘’Kalau Bapelitbang Minsel enggan mempersiapkannya. Maka saya tegaskan, lebih baik mundur dari pada kerja tanpa hasil. Ingat, tahun 2018 sudah ada objek wisata yang dianggarkan pembangunannya melalui APBD Induk,’’katanya.
Senada dikatakan Kabag Humas dan Protokol Setdakab Minsel Henri Palit, SH bahwa selama ini bupati Tetty sangat intens dengan objek wisata di Minsel. ‘’Hanya saja, sampai bupati berkunjung di Batu Dinding Km3, Pantai Alar, Moinit Indah sampai ke Pulau Sepatu belum ada action Bapelitbang Minsel. Saya pun bingung, padahal pernyataan bupati CEP terkait bagaimana mengangkat objek wisata Minsel kedepan. Makanya, Bapelitbang Minsel diminta untuk segera membuat perencanaan yang matang,’’jelas Palit.
Palit menilai, kalau Bapelitbang Minsel dan Dinas Pariwisata Minsel bekerja maksimal. Maka dipastikan objek wisata Minsel bisa dijual sampai kemancanegara. ‘’Lihat, Manado, Tomohon dan Kotamobagu serta Bolmong justru dikunjungi wisatawan Tiongkok. Berarti, objek wisata Minsel dilewati. Ini karena, objek wisata Minsel belum bisa dijual. Dengan demikian, pernyataan bupati CEP atas Bapelitbang Minsel supaya membuat perencanaan yang matang, harus terjadi dengan sendirinya,’’ungkap Palit yang mantan Camat Tompasobaru ini.
(andries)

