Dewan Pendidikan Desak Pemkab Minsel Cairkan Dana BOS Tahap Kedua
Ketua Dewan Pendidikan Minsel, Drs Bert R Lengkong

Dewan Pendidikan Desak Pemkab Minsel Cairkan Dana BOS

Amurang, Fajarmanado.com – Dewan Pendididikan mendesak Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Pemkab Minsel) segera mencairkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahap Dua karena telah sangat dibutuhkan untuk membayar hutang sekolah penyelenggara, baik untuk perlengkapan ujian maupun bagi honor tim pengawas ujian.

Ketua Dewan Pendidikan Minsel Drs Bert R Lengkong mengungkapkan kebanggaannya atas suksesnya pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Kertas, Pensil (UNKP) tingkat SMP/MTs dan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) dan Ujian Sekolah (US) tingkat SD/Mi tahun 2017 di Kabupaten Minsel, yang berakhir pekan lalu.

‘’Tetapi, dibalik suksesnya pelaksanaan ujian tingkat SMP/MTs dan SD/Mi tahun 2017, ternyata banyak keluhan yang kami terima dari para kepala sekolah saat melakukan pengawasan di sekolah saat pelaksanaan ujian,” katanya saat berbincang dengan Fajarmanado.com di Rumah Kopi Topas Amurang,” Rabu (24/05/2017)

Adapun keluhan kepala sekolah, katanya,  adalah soal belum dicairkannya dana BOS triwulan dua tahun 2017. Akibatnya, saat mempersiapkan dan melaksanakan ujian akhir hampir semua kepala sekolah mengaku meminjam uang atau berhutang untuk menutupi ongkos ujian.

Menurut Lengkong, rata-rata kepala sekolah mengaku ‘hutang’ ke warga yang mampu dan toko, dengan jaminan akan mengembalikan atau membayarnya apabila dana BOS sudah dibayarkan Pemkab Minsel melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Minsel dalam waktu dekat.

‘’Jadi, mengingat hal itu, maka saya atas nama Dewan Pendidikan Minsel mendesak Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga untuk mempercepat proses pencairannya. Dana itu bukan saja untuk membayar hutang penyelenggaraan ujian, tetapi juga untuk menghadapi ujian kenaikan kelas para  siswa siswi tingkat SMP/MTs dan SD/Mi dalam waktu dekat ini juga,” tegas  Lengkong.

Senada dikatakan Ketua Bidang LSM Dewan Pendidikan Minsel, Willem Baba Mononimbar. Ia membenarkan bahwa selama melaksanakan pengawasan ujian ditinngkat SMP/MTs dan SD/Mi di Minsel ternnyata keluhan kepala sekolah hanya soal dana BOS.

‘’Benar, dana BOS hingga saat ini belum dibayarakan Pemkab Minsel,” kaanya. Ia pun mendesak agar supaya Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Minsel segera memproses atau mengusulkan ke BPKAD Minsel supaya segera dibayarkan.

“Perlu juga saya ingatkan, perjanjian pelunasan hutang mungkin sebelum libur kenaikan kelas nanti. Untuk itu, tolonglah segera diproses cepat pencairannya agar para kepala sekolah dan dewan guru bisa tenang mempersiapkan materi ujian kenaikan kelas dengan baik,” tuturnya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Minsel Dr Fietber Raco, MSi mengakui kalau dana BOS tahap kedua tahun 2017 belum disalurkan. ‘’Soal anggaran, memang sudah tercantum di APBD. Hanya saja, belum berproses. Dan mungkin, dalam waktu dekat ini akan segera diproses atau mengusulkan ke BPKAD Minsel untuk secepatnya dibayarkan,’’tegas Raco, tanpa menjelakan alasannya.

(andries)