Amurang, Fajarmanado.com – Ujian Sekolah Bertaraf Nasional (USBN) dan Ujian Sekolah (US) tahun 2017 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidayah (MI) di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dinilai sukses digelar.
Selain 3.756 siswa peserta, 235 SD/MI penyelenggara berhasil memenuhi segala kebutuhan administrasi ujian meski tidak didukung dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) triwulan 2 tahun 2017.
Sejumlah kepala sekolah (Kepsek) mengaku bangga karena mampu menyelenggarakan USBN/US dan sukses diikuti semua siswa peserta ujian. “Tentu saja, sebagai pimpinan sekolah saya sangat bangga walaupun harus meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraannya,” ujar Kepsek yang yang disebutkan namanya ini.
Ungkapan senada juga disampaikan para Kepsek lainnya ketika ditemui terpisah selang dua hari terakhir. “Ya, begitulah. Ini sudah menjadi resiko pimpinan demi siswa dan nama baik sekolah dan Pemkab Minsel tentunya,” ujar sumber kepada Fajarmanado.com, Jumat (19/05/2017).
Kondisi seperti ini, menurut mereka, juga dialami pihak SMP sewaktu menggelar UNBK/UNKP tahun 2017 beberapa pekan lalu. “Jadi kami tidak bisa berbuat apa-apa karena berlaku sama dengan SMP belum didukung dengan dana BOS sehingga sama-sama menggunakan uang pinjaman dulu,” ujar sumber.
Untuk itu, mereka juga senada mengharapkan agar sekiranya Pemkab segera mempercepat proses penyaluran dana BOS triwulan 2. “Terus terang saja, kami sudah berhutang. Kalau dana BOS belum juga bisa dicairkan dalam waktu dekat, kami binggung untuk membayar tenaga honor karena mereka juga sangat butuh untuk membiayai kebutuhan keluarga dan anak-anak mereka,” paparnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Kadis Dikpora) Minsel DR Fietber S Raco, MSi mengakui kalau BOS triwulan 2 tahun 2017 untuk SD/MI belum dicairkan.
“Saya minta bersabar. Yang pasti, BOS tetap akan dibayarkan. Saat ni sementara berproses di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Minsel. Kita tunggu saja,” tegasnya.
Ia mengakui bahwa keterlambatan pencairan dana BOS menjadi masalah utama di Minsel. “Sama seperti BOS SMA dan SMK, juga baru triwulan 1 yang dibayarkan. Dan saya percaya, pelaksanaan USBN/US tahun 2017 tak ada luka yang dalam bagi guru dan siswa,’’ pungkas Raco.
(andries)

