Disperin Minut Akan Bantu Pasarkan Kerajinan Tangan Para Narapidana
KADISPERIN Minut Femmy Pangkerego (kedua kanan), saat memperlihatkan kerajinan bunga yang terbuat dari sabun hasil karya narapidana Malendeng asal Minut.(foto: ist)

Disperin Minut Akan Bantu Pasarkan Kerajinan Tangan Para Narapidana

Airmadidi, Fajarmanado.com — Perhatian serius diberikan Dinas Perindustrian (Disperin) Minahasa Utara (Minut) terhadap hasil kerajinan tangan para narapidana Rutan Malendeng asal Minut. Kepala Disperin Minut Dra Femmy Pangkerego MPd ME mengaku sangat kaget melihat hasil karya para narapidana asal Minut, saat melakukan kunjungan di Malendeng beberapa waktu lalu.

“Secara sederhana kerajinan tangan merupakan sesuatu yang dibuat secara manual dengan tangan. Kerajinan tangan juga diartikan sebagai upaya mengubah suatu benda agar lebih memiliki nilai guna dan nilai ekonomi dari yang awalnya tidak atau kurang memiliki nilai ekonomi. Banyak kerajinan tangan para narapidana yang saya lihat di Malendeng, seperti bunga-bunga dari sabun mandi, miniatur menara Eiffel dari kertas koran, kapal hias dari koran, pembungkus kotak tissue, dan sebagainya. Saya sangat kagum dengan hasil karya yang sangat memerlukan kreatifitas dan nilai seni tinggi,” tutur Pangkerego, Sabtu (22/4/2017).

Namun demikian, Pangkerego mengaku sangat menyayangkan jika karya-karya tersebut hanya menjadi pajangan. Padahal, jika karya mereka dipasarkan bisa menjadi salah satu pendukung penambahan perekonomian.

“Untuk itu, kami dari Disperin Minut, akan mencoba memasarkan hasil karya para narapidana tersebut, untuk memberi penambaham hasil kepada mereka. Kasihan sudah dibuat dengan nilai seni yang tinggi, namun hanya dibiarkan begitu saja,” terang Pangkerego.

Menurut Pangkerego, banyak peluang untuk menjadikan produk kreatifitas menjadi uang, di sisi lain sejumlah beberapa pengusaha kekurangan tenaga kerja dalam kegiatan produksi.

“Contohnya pengusaha dekor nantinya bisa membeli bunga-bunga buatan yang dibuat dari bahan dasar sabun mandi. Beberapa hasil karya juga akan saya bawa ke sejumlah pameran untuk dipasarkan. Jika butuh bantuan bahan baru, kami bisa bantu,” tandas Pangkerego.

Pangkerego juga berharap, dengan kehadiran berbagai kerajinan tangan dari narapidana asal Minut, bisa menjadi souvenir bagi para wisatawan yang berkunjung di Minut, sehingga harga jualnya semakin tinggi.

“Dengan demikian, dari kerajinan tangan tersebut, Minut tentunya ikut ketambahan souvenir sebagai oleh-oleh. Malah semakin banyak akan semakin baik bagi perekonomian kabupaten Minut,” tutup Pangkerego.

(udi)