TOMPASO, FAJARMANADO.com — Ketua DPD I Partai Golkar Sulut, Drs. Stevanus Vreeke Runtu mengingatkan saksi-saksi pasangan calon (Paslon) gubernur dan wakil gubernur Irjen Pol Purn Benny Josua Mamoto, SH, MH dan Drs David Bobihoe Akib, MSi untuk bersikap cermat, teliti dan berani bertindak saat mengawasi jalannya pencoblosan, perhitungan dan rekapitulasi suara di semua tempat pemunggutan suara (TPS), 9 Desember mendatang.
“Kita harus waspada. Lawan pasangan nomor urut tiga ini bukan hanya nomor satu dan dua, tetapi juga birokrat dan pemimpin umat,” kata SVR, sapaan familiarnya, ketika memberikan pembekalan saksi di Wale Anti Narkoba milik Benny Josua Mamoto (BJM) di Tompaso, Sabtu (5/12/2015)
Di depan sekitar 800 saksi, didampingi BJM, Sekretaris DPD II Partai Golkar (PG), Febry FH Suoth, SSos, Ketua Panwaslu Minahasa Erwin Sumampouw dan komisioner KPU Minahasa Decky Paseki, SH, SVR bicara blak-blakan.
Ketua DPRD Sulut, yang mantan dua periode Bupati Minahasa ini, mengurai pengalamannya memobilisasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk memenangkan calon yang diusung PG. “Tapi sekarang ini sudah lebih sadis. PNS ditekan-tekan dan diancam,” katanya, sebagaimana dikutip Febry Suoth, mantan dua periode legislator Minahasa ini.
Mobisisasi PNS telah berkali-kali dilakukan penguasa Minahasa dalam memenangkan salahsatu paslon gubernur dan wakil gubernur dalam beberapa bulan terakhir. MulaI Berdalih penguatan kapasitas perangkat desa dan kelurahan, sampai ibadah oikumene pra Natal.
Bahkan, kata Suoth, ada camat yang bukannya melakukan safari Natal tetapi safari politik untuk memenangkan calon tertentu dengan mengumpul semua perangkat kelurahan, guru-guru dan pegawai struktural setempat.
Pemimpin umat pun, menurut SVR, telah berani membelokkan peranannya sebagai pelayan spiritual tetapi sudah masuh ke ranah politik praktis, karena telah mengajak umatnya untuk memilih salahsatu paslon gubernur.
Sikap dukungan tersebut juga diwujudkan dengan beberapa kali pertemuan umum, mulai pengutusan sampai memobilisasi dan mengumpul pelayan khusus ikut ibadah akbar yang dimanfaatkan juga untuk mengarahkan dukungan politik.
“Nanti kita lihat saja, mana yang Tuhan dengar, doa mereka (pemimpin umat) atau doa orang yang benar,” ujar SVR.
Relawan Paslon BeDa, Drs Eddy F Ruata, mengatakan, oknum petinggi Pemkab Minahasa melakukan berbagai cara untuk memenangkan paslon tertentu dLm beberapa bulan terakhir.
Selain berkali-kali mengumpul jajaran pemerintahannya dalam berbagai acara yang berbau politik praktis, juga memerintahkan SKPD untuk mengancam setiap bawahan yang mendukung bukan paslon yang bukan diusungan partainya.
“Sudah banyak yang mengeluh, mereka diancam akan dievaluasi setelah tanggal 9 Desember nanti,” ujar mantan Camat Sonder, Camat Kawangkoan dan Kabag Ekonomi Setkab Minahasa ini.
Pada kesempatan itu, Ketua Panwaslu Erwin Sumampouw dan komisioner KPU Decky Paseki, SH memberikan pembekalan teknis pelaksanaan dan pengawasan pemunggutan dan perhitungan suara di tingkat TPS.
“Saya bangga dengan tim dari paslon ini yang mengundang kami, KPU dan Paswaslu hadir memberikan pembekalan saksi ini. Dari ke tiga calon, hanya pembekalan saksi paslon BeDa yang mengundang kami,” ungkap Paseki, yang juga mantan anggota Panwaslu Minahasa ini.
(heru)

