Aktivis Pertanyakan Kinerja Polres Minahasa
Mikson Wakulu

Aktivis Pertanyakan Kinerja Polres Minahasa

Tondano, Fajarmanado.com – Kinerja Polres Minahasa dalam melaksanakan tugasnya mulai dipertanyakan. Hal ini buntut dari penyelesaian sejumlah kasus yang dinilai lambat.

Apalagi saat ini yang sementara hangat terkait tawuran antar dua kelompok dari desa berbeda di wilayah Kecamatan Langowan Timur. Akibat peristiwa tersebut, satu orang tewas karena diterjang peluru yang diduga keluar dari moncong senjata. Belum lagi terkait kasus tahanan kabur di Polsek Kawangkoan. Sampai sekarang, tahanan yang kabur tersebut belum berhasil ditangkap petugas.

Tokoh muda kabupaten ini pun angkat bicara. Menurut Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Minahasa Bung Mikson Wakulu, untuk menjamin rasa aman bagi masyarakat Minahasa, pihak kepolisian harus cepat menyelesaikan kasus ini.

“Sampai saat ini kita belum mengetahui siapa yang menembak salah satu pemuda dari desa Karondoran yang akhirnya tewas. Dan pihak kepolisian pun belum mengumumkan siapa tersangkanya. Atas dasar itu, kita beranggapan kalau sang penembak misterius masih bebas berkeliaran,” ujar Wakulu. “Saat ini, pencuri (tahanan yang kabur dari Polsek Kawangkoan) dan pembunuh bebas berkeliaran. Keamanan masyarakat tentu terancam,” tegasnya.

Aktivis yang dikenal vokal tesebut juga meminta agar pihak kepolisian terbuka dengan perkembangan dua kasus tersebut. Apalagi saat ini pemerintah sementara gencar-gencarnya mempromosikan semua potensi di kabupaten ini agar menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Belum lagi dalam waktu dekat, ada beberapa ajang nasional yang akan dilaksanakan di Kabupaten Minahasa.

“Bagaimana ini ? Disaat kita akan menyambut beberapa perhelatan besar dengan skala nasional maupun internasional, ada penjahat yang sementara berkeliaran. Saya rasa ini harus diberi perhatian khusus,” harapnya sembari menambahkan kalau pihak kepolisian harus segera memberikan penjelasan soal perkembangan kasus di Langowan Timur, apalagi sehari pasca kejadian tawuran, Kapolsek setempat langsung diganti.

Sementara itu, Fidel Kawung yang adalah kakak korban Verona Kawung curiga kalau ada yang tidak beres atas peristiwa yang menrenggut nyawa adiknya. Karena ketika di RSUP Prof Kandouw, perawat memberikan pernyataan yang tak sesuai fakta. “Awalnya perawat katakan jika luka tembakan dialami korban tidak tembus. Namun setelah dicek pada jasadnya, ternyata tembus hingga ke bagian punggung,” jelasnya.

Sementara itu Kapolres Minahasa, AKBP Syamsubair SIK SH ketika beberapa kali dikonfirmasi mengatakan jika pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Dilain hal diperoleh informasi jika kasus tersebut kini sudah diambil alih oleh Polda Sulut. Pasalnya, dugaan menguat jika kematian korban ada kaitannya dengan kinerja aparat ketika melakukan pengamanan di lokasi kejadian.

(fis)