Amurang, Fajarmanado.com – Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebarkan oleh nyamuk Aides Aegypti di Minahasa Selatan masih menjadi ancaman serius. Pasalnya, curah hujan masih tergolong tinggi di 177 desa/kelurahan di 17 kecamatan. Selain ancaman diatas, penyebab tergenang air dan wabah bertelurnya nyamuk pembawa virus DBD.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan dr Ternie Paruntu membenarkan hal diatas. ‘’DBD ada akibat banyaknya genangan air disekitar kita. Selain hujan, ternyata genangan air berasal dari buangan sisa MCK dan lain sebagainya. Maka dari itu, sebelum terjadi lebih parah kita harus selalu waspada. Dia mengimbau, warga untuk tidak membiarkan genangan air selama beberapa hari,’’ujar Paruntu, Rabu (8/3/2017).
Menurut Paruntu, genangan air yang dibiarkan selama berhari-hari, berpotensi menjadi tempat bertelur nyamuk DBD. Jadi, jangan biarkan ada air yang tergenang disekitar rumah. Segera buang air yang tergenang pada wadah yang ada dalam rumah ataupun luar rumah.
Dikatakan Paruntu lagi, untuk mengantisipasi berkembangbiaknya nyamur DBD, serta menghindari gigitannya. Mengajak warga Minsel untuk melaksanakan program 3M Plus. ‘’Program 3M Plus sangat ampuh mengantisipasi serangan penyakit DBD. Program 3M Plus adalah menguras air yang tergenang, menutup wadah yang berisi air, mengubur barang-barang yang dapat menampung air. Serta plusnya yaitu menggunakan kelambu ditempat tidur atau lotion anti nyamuk,’’jelasnya.
Paruntu juga menjelaskan, untuk program 3 M Plus tidak cukup hanya dilakukan segelintir orang saja. Namun, ada baiknya dilakukan banyak orang. Kalau hanya sebagian, percuma saja karena mungkin ditempat kita sudah bersih. Namun, tempat/rumah orang lain banyak tergenang air. Nyamuk yang berkembangbiakan dirumah tetangga itulah yang akan menggigit kita.
‘’Bicara hujan mengakibatkan ancaman penyakit DBD berasal dari nyamuk Aides Aegypti tersebut harus kita waspada. Memang, beberapa tahun lalu, Kecamatan Motoling Mawale dan Amurang serta Tareran sempat mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) atas serangan nyamuk Aides Aegypti dan menyebabkan banyak warga terserang DBD. Semoga, musim penghujan ini Minsel tak lagi tergolong KLB. Kita harus sadari, bahwa DBD adalah sangat mematikan. Lebih parah lagi, DBD tak mengenal anak atau orang dewasa,’’sebut Paruntu sambil menganjurkan kenali terus 3M Plus tersebut.
(andries)

