Proyek Sumur Bor di Buyungon Mengancam Warga dan ‘Kurang Jelas’
Lobang sumur yang digali tapi tak berfungsi. Akibatnya, sumur tersebt mengancam warga sekitar.

Proyek Sumur Bor di Buyungon Mengancam Warga dan ‘Kurang Jelas’

Amurang, Fajarmanado.com –Tahun 2016 terdapat sekitar 6 desa/kelurahan di Kecamatan Amurang Barat, Amurang dan Amurang Timur mendapat proyek sumur bor. Hanya saja, khusus pekerjaan sumur bor di Kelurahan Buyungon hingga saat ini justru belum tuntas karena proyek beranggaran Rp 98.000 juta itu belum juga selesai.

‘’Kalau tower dan penampungan air sudah selesai.Namun, ternyata airnya tidak bisa naik kepenampungan. Masalahnya, saat pekerjaan hanya ketinggian 7 hingga 8 meter hasilnya. Jadi, hanya saat pekerjaan dimulai airnya ada.Tapi, setelah itu ternyata tak memiliki air,’’ujar Max Ottay, warga sekitar, Sabtu (25/2/2017).

Dikatakan Ottay, pekerjaan sumur bos hanya dilakukan asal jadi. Bahkan, pekerjanya saja tidak dibayar kontraktor. Parahnya lagi, saat Natal dan Tahun baru kerinduan untuk menggunakan air bersih tidak tercapai. Alasannya, karena air ternyata tidak ada.

‘’Dengan demikian, hal diatas kami sampaikan kepada Dinas PUPR Minsel.Tapi, setelah itu pihak kontraktor disuruh memperbaiki dan menggali sumur untuk mendapatkan mata air. Tapi ternyata, setelah digali sumurnya, justru dibiarkan begitu saja. Hasilnya, lubang sumur sekitar 8 meter itu pun tidak memiliki air. Dan herannya lagi, kontraktor tidak juga membayar pekerjanya,’’jelasOttay.

Senada dikatakan Jantje Momongan, warga sekitar sumur bor juga menyayangkan tidak jalannya sumur bor tersebut.‘’Setahunya, proyek sumur bor adalah aspirasi warga Buyungon atas salah satu anggota DPRD Minsel dapil Amurang. Benar, proyek tersebut adalah aspirasi masyarakat kepada Billy J Regar, SSos. Namun, sangat disayangkan proyek itu tidak berjalan dengan baik,’’tegas Momongan.

(andries)