Bitung, Fajarmanado.com – Tercatat 5.129 warga mengungsi mengungsi akibat bencana alam banjir dan tanah longsor yang menimpa warga Kota Bitung, Minggu (12/2), hari ini.
Data dari Humas dan Protokol Pemerintak Kota (Pemkot) Bitung menyebutkan, sebanyak 5179 warga tersebut berasal dari empat kecamatan. Mereka mengungsi di berbagai prasarana yang ada di Kota Bitung, seperti sekolah dan rumah ibadah.
Ribuan warga tersebut berasal dari empat kecamatan masing-masing dari kecamatan Aertembaga, Maesa, Lembeh Utara dan Lembe Selatan.
Di kecamatan Aertembaga, sesuai data ada, lima kelurahan yang terkena dampak banjir. Rinciannya, kelurahan Aertembaga Dua sebanyak 931 jiwa, Tandurusa 1.100 jiwa, Pateten Satu 646 jiwa, Pateten dua 840 jiwa dan Aertembaga satu sebanyak 390 jiwa.

Di Kecamatan Maesa berada pada dua kelurahan, masing-masing, Kelurahan Bitung Tengah 250 jiwa dan Pateten Tiga sebanyak 120 jiwa.
Kecamatan Lembe Utara, pengungsi dari kelurahan Mawali sebanyak 500 jiwa dan Pintu Kota 500 jiwa juga ikut mengungsi.
Sedangkan di Kecamatan Lembe Selatan tercatat sebanyak 28 jiwa yang mengungsi dari kelurahan Kasuari.
Sementara rumah yang terkena banjir yang tersebar di empat kecamatan tersebut sebanyal 1.132 buah, selain KGPM Tesalonika Mawali, Lembeh Utara.
Kecamatan yang paling bahyak mengungsi dari Aertembaga dengan korban rumah terendam banjir paling banyak dan jumlah penduduk terbanyak mengungsi.
(risma tofan)

