Bupati Tetty : Fanatisme Sempit Harus Lenyap dari Minsel
Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE usai kegiatan BKSAUA dengan tokoh agama Minsel dan Kapolres Minsel AKBP Arya Perdana, SIK SH MSi.

Bupati Tetty : Fanatisme Sempit Harus Lenyap dari Minsel

Amurang, Fajarmanado.com – Hari Jadi Minsel ke-14 tahun 2017 masih terasa dan terus bergema. Pasalnya, beragam kegiatan yang dilaksanakan Pemkab Minsel melalui Panitia Hari Jadi Minsel ke-14 bersama organisasi masyarakat dibilang sukses. Lebih menarik, dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan Pemkab Minsel, ternyata besutan Bagian Kesra Setdakab Minsel yang disebut heboh. Yaitu, jalan sehat dan olahraga patungan Badan Kerjsama Antar Umat Beragama (BKSAUA).

‘’Ya, kegiatan jalan sehat dan olahraga senam yang dihadiri tokoh-tokoh agama, baik Kristen, Katolik, Islam, Hindu, Budha dan Konghucu membuat suasana lain terjadi di Amurang. Khususnya di Gedung Waleta Kantor Bupati Minsel, Jumat (3/2/2017) pekan lalu. Kegiatan yang ditandai dengan jalan sehat dilanjutkan dengan senam yang langsung diikuti para Pendeta, Pastor, Gembala hingga Imam dan pemuka agama Hindu, Budha dan Konghucu,’’ujar Kepala Bagian Kesra Setdakab Minsel Ir Maxi R Pattyranie, Msi.

Dibalik suksesnya kegiatan jalan sehat dan senam BKSAUA itu, Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE dalam sambutannya mengatakan, bahwa Minsel saat ini berada dalam berbagai perbedaan agama, keyakinan dan latar belakang. Namun, Namun, kita menjadi satu dalam kebersamaan dan semangat kekeluargaan. “Sebagai pemerintah, saya menyambut baik dan memberi apresiasi kepada BKSAUA Minsel yang memprakarsai kegiatan jalan sehat antar Umat beragama. Karna kegiatan ini merupakan wahana yang sangat baik untuk memperkuat komitmen dan semangat kita dalam mengembangkan kehidupan yang rukun dan damai antar umat beragama serta mewujudkan masyarakat yang sehat secara jasmani maupun rohani,” tegas Tetty- sapaan akrab Bupati Minsel.

Selain itu, Bupati Tetty juga mengatakan bahwa Agama tidak untuk diperdebatkan atau dipertentangkan. Karena agama merupakan suatu keyakinan yang dihayati dan dihidupi. Agama bukan sesuatu yang diluar diri kehidupan manusia. Tetapi diam dan hidup didalam diri manusia. Oleh karena itu, agama akan berada didepan untuk menciptakan Kerukunan dan Perdamaian.

“Ingat, masyarakat saat ini sering terjebak dalam fanitisme sempit yang mengedepankan kepentingan sendiri. Hal ini harus dilenyapkan dari tanah Minahasa Selatan,” ujarnya lagi.

Diakhir sambutan, bupati tercantik ditanah air ini mengatakan. ‘’Bila ada kesulitan, mari kita hadapi bersama. Bila ada kesakitan, mari kita rasakan bersama. Bila ada keberhasilan mari kita rayakan bersama. Bila ada perbedaan pendapat atau perselisian mari kita dialog dan selesaikan bersama dengan cara bergandengan tangan, saling bantu, saling percaya,” ajak Paruntu yang menjabat dua periode sebagai Bupati Minsel.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wabup Minsel Franky D Wongkar, SH, Kapolres Minsel AKBP Arya Perdana SIK, para pemuka agama Kristen, Katolik, Islam, Hindu dan Budha dan Konghucu. Juga, pejabat eselon II, III dan IV serta seluruh ASN yang ada di kabupaten Minahasa Selatan.

(andries)