Tondano, Fajarmanado.com – Kabupaten Minahasa dikategorikan sebagai daerah darurat sampah. Hal itu diakibatkan masih banyaknya masyarakat yang tidak paham betul dengan arti kebersihan lingkungan sehingga masih membuang sampah sembarangan.
Tak jarang keluhan warga yang membahas tentang banyaknya TPA liar di sekitaran Minahasa.
“TPA liar semakin menjadi. Buktinya banyak, ada yang di jalur Tandengan-Maumbi, Touliang Oki-Kombidan masih banyak lagi, apalagi di kedua jalur tersebut geografisnya lereng gunung. Jadi kalau dibiarkan bisa menimbulkan bencana alam seperti longsor. Tolong ini diperhatikan,” ujar Nixen Temo warga Ranomerut.
Menaggapinya, Pemkab Minahasa akan membentuk Tim Satgas Kebersihan yang nantinya akan bertugas mengangkut sampah yang berserakan bukan pada tempatnya. Hal tersebut terkuak dalam rapat koordinasi penanganan sampah yang dipimpin Sekretaris Kabupaten (Serkkab) Jefry Korengkeng SH MSi Rabu (25/1/2017) siang tadi.
Rapat diikuti oleh semua instansi terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Pemadam Kebakaran dan para Camat.
Pada kesempatan tersebut Korengkeng mengatakan kalau rapat koordinasi sangat penting. “Berdasarkan hasil survey, banyak titik di Minahasa yang dijadikan TPA liar oleh masyarakat, khususnya di pintu masuk dan keluar Minahasa ataupun di dalam kota Tondano. Untuk itu. pembentukan tim Satgas Kebersihan dipandang penting untuk mengatasi masalah sampah ini,” ujar Korengkeng.
Ia menjelaskan, sasaran utama tim Satgas Kebersihan adalah titik-titik terparah yang menjadi TPA liar. “Kalau tim sudah turun dan melakukan pekerjaannya, nanti kelanjutanya akan diteruskan oleh pihak kecamatan,” kata Korengkeng
Informasi yang berhasil dihimpun wartawan Fajarmanado.com, 30 unit container telah disiapkan untuk didistribusikan ke wilayah-wilayah yang memerlukan.
“Besok kita langsung mulai pekerjaannya. Pekerjaannya akan ditandai dengan kerja bakti masal. Dimulai dari Kecamatan Tombulu, Mandolang, Pineleng, kemudian Tombariri,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Alva Montong.
(fis)

