Guru di Daerah Sulut Masih Dominan Mendapat Intervensi Politik
Forum Discusion Sulut yang dipimpin Sekdaprov Edwin Silangen memunculkan bahwa guru di daerah-daerah cenderung mendapat intervensi politik dan memberikan jawaban terhadap materi ujian nasional kepada siswa. Foto: Humas Pemprov Sulut.

Guru di Daerah Sulut Masih Dominan Mendapat Intervensi Politik

Manado, Fajarmanado.com – Sekdaprov Sulut Edwin M Silangen SE MS memimpin langsung Focus Group Discusion (FGD) Evaluasi Kinerja Bidang Pendidikan, Perekonomian, Pertanian dan Infrastruktur Tahun 2016 serta Proyeksi 2017 di Hotel Granpuri Manado, Kamis (29/12).

Silangen menjelaskan, pelaksanaan iven ini untuk mengukur capaian kinerja pemerintahan hingga penghujung Tahun 2016 serta mencari kelemahan atau kekurangan yg perlu diperbaiki untuk pelaksanaan di Tahun 2017 dan bahkan tahun-tahun yang akan datang.

Dari sektor pendidikan, Kadis Diknas Sulut Gammy Kawatu mengungkapkan sejumlah poin penting.

Di antaranya, adalah capaian Peringkat Uji Kompetensi Guru (UKG) 10 besar terbawah nasional.

Kawatu menyebutkan bahwa Indeks Integritas Ujian Nasional yang masih pada Zona Kuning.

Zona kuning ini digambarkan di mana guru membagikan jawaban bagi siswa dan  pengawas ujian tidak melakukan tugasnya dengan baik saat pelaksanaan Ujian Nasional.

Kawatu juga mengungkapkan bahwa minat dari Lulusan SMA terhadap Bantuan Studi Tak terbatas untuk mahasiswa S1, S2 dan S3 di 50 universitas Top Dunia masih sangat minim.

Tercatat hanya 1 mahasiswa yang lolos kwalifikasi, namun karena mendapatkan beasiswa dari Pusat beasiswa, bantuan dari Pemda tidak diambil.

Menanggapi hal ini, DR Max Ruindungan mengatakan membangun sektor pendidikan harus dimulai dari guru, infrastruktur dan leadirship.

Ruindungan menitikberatkan pada kemampuan Leadirship Guru di tingkat dasar yang masih sangat rendah.

Ia menilai, guru di kabupaten kota sering mendapat intervensi politik. “Beruntung Guru SMA sudah menjadi kewenangan Provinsi. Kepala sekolah tidak fokus lagi mengajar karena sibuk menanggapi isu-isu atau bisikan yang bisa mengancam posisiny,” ujarnya.

Sementara itu, Noldy Tuerah juga mengatakan, yang terjadi saat ini kurikulum serta guru yang dihasilkan tidak berdasarkan kebutuhan di lapangan.

Sekprov Silangen menginstruksikan pada Kadis Pendidikan agar secepatnya merumuskan Grand Design Pendidikan untuk menjawab persoalan, baik jangka menengah maupun jangka panjang di daerah Nyiur Melambai ini.

(ely)