Dua Mobil Mantan Wabup Minsel Ditarik Pemkab
Dua Modis yang biasa digunakan mantan wakil bupati dan mantan ketua TP PKK Minsel ini, kini jadi tontonan gratis warga. Foto: Andries Pattyranie.

Dua Mobil Mantan Wabup Minsel Ditarik Pemkab

Amurang, Fajarmanado.com – Dua mobil dinas (Modis) yang biasa digunakan mantan Wakil Bupati dan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Minsel ternyata tak luput dari penarikan oleh Pemkab Minsel.

Sebagaimana puluhan sepeda motor dan Modis yang lebih dulu ditarik, ke dua mobil yang sebelumnya menggunakan plat merah DB 5 E dan DB 25 E ini juga sudah dalam keadaan tidak laik jalan lagi.

Pemerhati Sosial dan Pembangunan Minsel, Johny Pojoh mengapresiasi langkah ‘pengamanan’ yang dilakukan Dinas Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset ini. “Mengapa harus dengan dua mobil itu ditarik,” tukasnya ketika menghubungi Fajarmanado.com di Amurang, Kamis (8/12).

Pojoh tak menampik jika langkah yang ditempuh Pemkab Minsel ini berdasarkan rekomendasi dari hasil temuan BPK RI ketika melakukan pemeriksaan di darah ini.

“Bukan apa-apa, kenapa Pemkab tidak bersikap arif dan bijaksana dengan menerapkan kebijakan dem atau dihibahkan saja kepada pemakainya. Toch ke dua mobil itu sudah cukup uzur karena diadakan pada masa kepemimpinan Bupati Ramoy Luntungan dan Wakil Bupati Ventje Tuela,” ujarnya.

Berdasarkan pengamatannya, menurut Pojoh, banyak Modis yang pengadaannya dilakukan setelah ke dua Modis tersebut telah jatuh kepada pribadi mantan pejabat yang sudah memasuki masa purna tugas.

Ia menilai kebijakan seperti itu sangatlah tepat karena berdasarkan pengalaman Pemkab tidak menyisihkan dana yang cukup untuk berkali-kali mengongkosi kerusakan kendaraan bermotor yang sama.

“Namanya kendaraan bermotor, kalau sudah berusia di atas lima tahun pasti ada-ada saja yang rusak. Kalau kita menemukan mobil dinas berusia di atas lima tahun masih tampak fit dan mulus, itu pasti dipelihara dengan baik oleh pemakainya secara pribadi,” papar Pojoh.

Untuk itulah, ia mengaku tidak menggubris ketika sejumlah Modis dihibah semasa Minsel dipimpin Bupati Lamoy Luntungan dan Wabut Ventje Tuela. Apalagi, kebijakan dem atau hibah yang dilakukan Penjabat Bupati Meki Onibala.

“Justru ada mobil dinas yang belum berumur 5 tahun sudah dibawa dan dinyatakan dem, tapi kenapa justru yang dipakai mantan wakil bupati dan ketua TP PKK Minsel yang jauh lebih tua tetap saja diambil kembali,” tukasnya lagi.

“Kalau pemkab bijaksana, carikanlah solusi terbaik agar tidak menarik ke dua mobil ini. Ya, hitung-hitung sebagai imbal jasalah,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Denny Kaawoan, SE MSi melalui Kepala Bidang Aset Hendra Pandeynuwu, SE ketika dikonfirmasi enggan berkomentar. ‘’No comment,” katanya sambil tersenyum.

Mantan kiper andalan Persma ini pun selanjutnya menyarankan bertanya kepada atasannya. “Jangan saya yang memberi keterangan, sebaiknya tanya ke Bagian Umum dan Perlengkapan Setdakab Minsel,’’ kilahnya.

Dari pantauan Fajarmanado.com, kedua mobnas tersebut saat ini berada di Bagian Umum dan Perlengkapan dalam keadaan tidak jalan alias ‘semi karatan’.

Ke dua Modis yang dikenal sering dipakai mantan Wabup dan Ketua TP PKK  itu menyita perhatian masyarakat yang berkunjung kawasan pusat pemerintahan Minsel ini.

(andries)