Amurang, Fajarmanado.com – Kendati Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sebanyak 5.245 orang telah menelan 60 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU) namun Pemkab Minsel masih membutuhkan tambahan sekitar 1.142 ASN.
Kepala BKDD Minsel, Drs Ferdinand Roy Tiwa mengatakan, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dibutuhkan terutama untuk mengisi kekosongan tenaga teknis.
“Kami sudah mengusulkannya kepada BKN dan Kemenpan dan RB disertai dengan kajian-kajian teknis,” katanya kepada Fajarmanado.com di Amurang, Rabu (7/12).
Tiwa mengakui kebijakan moratorium oleh mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) sempat menyeluarkan moratorium penerimaan ASN.
“Tapi berdasarkan kebutuhan, kami sudah mengusulkan penambahan ASN, khususnya jabatan fungsional guru, perawat dan penyuluh,” katanya.
Pemkab Minsel, katanya, akan terus memperjuangkannya apalagi setiap tahun ada beberapa ASN yang memasuki masa purna tugas atau pensiun, yang jika diakumulasi telag berjumlah ratusan dalam beberapa tahun terakhir.
‘’Dari kajian dan analisa jabatan, memang kita masih kekurangan ASN.Terutama yang fungsional atau teknis. Apalagi setiap tahun ada ratusan ASN yang memasuki pensiun dan yang terbanyak guru dan lainnya. Karena itulah kami tetap mengajukan usulan rekrutmen ASN, minimal untuk mengganti ASN yang pensiun dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Tiwa.
Ditanya apakah tahun 2017 akan ada penerimaan ASN? Tiwa belum berani memastikan. Katanya, asih menunggu petunjuk pemerintah pusat.
‘’Berdasarkan kajian, kami tetap mengajukan usulan penambahan sesuai formasi dan kebutuhan. Jumlahnya sebanyak 1.142 orang,” jelasnya.
Meski demikian, Tiwa mengatakan, semua tergantung pemerintah pusat. “Kita tunggu saja, semoga moratorium ASN dicabut supaya apa yang kita usulkan bisa diterima,” kilahnya.
Mengenai nasib tenaga honorer K2 yang belum terakomodir, Tiwa sangat berharap sekali bisa diangkat menjadi calon ASN. ‘’Kasihan, karena mereka telah mengabdi bertahun-tahun sehingga wajar kalau dipermanenkan,” ujarnya sambil berharap aga tenaga honorer menjadi prioritas jika ada penerimaan ASN tahun depan.
(andries)
