Manado – Tokoh Kawanua, Bernart Simson Maalangen, mengajak generasi muda Sulawesi Utara untuk menjadikan perayaan Paskah Nasional 2026 sebagai momentum memperkuat nilai persatuan, toleransi, dan semangat kebersamaan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., bersama Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H., atas kepemimpinan yang dinilai berhasil menjaga stabilitas dan keharmonisan daerah.
Menurut Simson, Paskah bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga sarana pembentukan karakter, khususnya bagi generasi muda agar memiliki nilai kasih, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Ia berharap, momentum nasional ini dapat membangkitkan semangat positif dalam diri anak muda untuk terus berkarya dan memberi dampak bagi lingkungan sekitar.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia Paskah Nasional 2026 di Sulawesi Utara yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut dengan baik. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak, termasuk generasi muda, menjadi bukti nyata bahwa semangat pelayanan dan kebersamaan masih sangat kuat.
Simson turut menyoroti pentingnya menjaga toleransi antar umat beragama sebagai fondasi utama kehidupan bermasyarakat di Sulawesi Utara. Ia meyakini bahwa kondisi ini tidak lepas dari kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay, yang terus mendorong terciptanya suasana damai dan harmonis di tengah keberagaman.
“Generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan toleransi. Paskah ini menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai kasih dan kebangkitan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Simson.
Menutup pesannya, ia berharap agar generasi muda Sulawesi Utara mampu mengambil peran aktif dalam membangun daerah dengan semangat kebersamaan dan optimisme. Ia optimistis, dengan nilai-nilai yang kuat, anak muda akan menjadi pilar utama dalam menjaga Sulawesi Utara tetap damai, maju, dan berdaya saing.
