Manado – Perayaan Paskah menjadi momentum penuh makna bagi umat Kristiani di seluruh dunia, termasuk di tanah Minahasa yang dikenal sebagai daerah dengan nilai-nilai religius yang kuat. Tokoh Kawanua, Bernart Simson Maalangen, menegaskan bahwa Paskah bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi menjadi simbol kebangkitan, harapan, dan kemenangan atas setiap pergumulan hidup manusia.
Menurut Simson Maalangen, makna Paskah harus dimaknai secara mendalam oleh masyarakat Minahasa sebagai kekuatan untuk bangkit dari berbagai tantangan kehidupan, baik secara ekonomi, sosial, maupun spiritual. Ia menilai bahwa semangat kebangkitan Kristus harus menjadi inspirasi nyata dalam membangun kehidupan yang lebih baik dan penuh pengharapan.
“Paskah adalah pengingat bahwa di balik setiap penderitaan, selalu ada kemenangan. Ini adalah momentum bagi kita semua, khususnya masyarakat Minahasa, untuk bangkit, memperkuat iman, serta membangun kehidupan yang lebih baik ke depan,” ujar Simson.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan gotong royong yang telah lama menjadi identitas masyarakat Minahasa. Dalam situasi zaman yang semakin kompleks, menurutnya, semangat persatuan dan kasih harus terus dijaga agar kehidupan sosial tetap harmonis dan damai.
Sebagai sosok yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan, Simson Maalangen mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Paskah sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih bermakna. Ia percaya bahwa dengan semangat kebangkitan, masyarakat Minahasa mampu menghadapi berbagai tantangan dengan penuh optimisme.
Menutup pesannya, Simson berharap perayaan Paskah tahun ini dapat membawa damai sejahtera bagi seluruh masyarakat, serta memperkuat tekad untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan daerah. “Mari jadikan Paskah sebagai terang yang menuntun langkah kita untuk membangun Minahasa yang lebih baik, penuh kasih, dan berpengharapan,” tutupnya.
