Ratatotok, FajarManado.com — Kendati sudah berkali-kali ditertibkan dan ditutup, namun aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali ramai dan terus leluasa berlangsung di wilayah Kecamatan Ratatotok dan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).
Fakta ini terjadi diduga karena diback up oleh oknum petinggi Polres setempat yang memiliki jaringan kuat di lingkungan Mapolda Sulawesi Utara (Sulut).
Langkah berani oknum-oknum pejabat utama Polres Mitra ini disinyalir agar tetap mendapat setoran upeti bulanan sampai puluhan juta dari para cukong PETI.
Upaya operasi penindakan, telah berkali-kali dilakukan aparat penegak hukum (APH) Polda Sulut.
Namun sebagian besar dikabarkan lolos dari penggebrekan, karena kabar akan ada operasi telah bocor lebih dulu. Tapi, tak sedikit yang tertangkap tangan, bahkan ada dengan barang bukti alat berat jenis excavator.
Semisal, lokasi PETI di Ratatotok yang dikuasai oknum berinisial EDI, yang sempat dipasangi police line dengan barang bukti, termasuk satu unit excavator yang digunakan untuk aktivitas PETI.
Tapi tiba-tiba kemudian muncul pria berinisial DY alias Donald, yang dikabarkan terang-terangan menyebut dirinya sebagai orang dekat Gubernur Yulius Selvanus dan Kapolda Sulut Irjen Roycke Harry Langie.
Donald datang membawa ‘pasukan penambang dengan satu unit excavator berlebel Carterpilar. Lalu leluasa melakukan aktivitas penambangan di lahan yang sudah dipolice line tersebut. Namun, akhirnya, persoalan ini disebut-sebut berhasil dituntaskan pekan lalu.
Aktivis PAMI Perjuangan, Jeffrey Sorongan tak menafikan kabar ini. “Ya, saya juga sedang menelusuri kebenaran informasi ini,” katanya kepada FajarManado.com di Kawangkoan, Minggu sore, 10 Agustus 2025.
Kabar ini, lanjut dia, santer dibicarakan di Ratatotok dan Belang. “Ya, ada info dugaan kalau yang tetap beraktivitas sebagai PETI saat ini diback up oleh oknum-oknum tertentu, terutama yang ada di Mitra,” ujarnya.
Namun demikian, lanjut Jeffrey, ini baru sebatas dugaan. “Agar informasi ini tidak menjadi liar, saya sarankan Pak Kapolda secepatnya turunkan tim Propam untuk mengusut kebenarannya,” pinta mantan wartawan ini.
[heru]

