Nini Ratu BBM Ilegal Kota Manado Disorot: Dugaan Penimbunan Solar Subsidi Jaringan Terorganisir Jadi Tantangan APH

Nini Ratu BBM Ilegal Kota Manado Disorot: Dugaan Penimbunan Solar Subsidi Jaringan Terorganisir Jadi Tantangan APH

Manado, Fajarmanado.com —Sosok Nini kembali menjadi sorotan publik. Wanita yang dijuluki ratu BBM Ilegal di Kota Manado ini, diduga kuat terlibat dalam praktik penimbunan dan distribusi ilegal BBM bersubsidi, khususnya jenis solar.

Aktivitas Nini si ratu solar selama ini diduga melibatkan jaringan terorganisir yang telah berjalan cukup lama dan sulit disentuh oleh aparat penegak hukum (APH).

Ketua LSM KIBAR Jaino Maliki

Sejumlah LSM dan tokoh masyarakat mulai angkat bicara, mendesak Kapolda Sulut agar segera mengambil langkah tegas terhadap dugaan mafia BBM yang disebut-sebut telah kebal hukum ini.

“Jaringan ini bukan lagi individu, tapi sudah sistematis. Ada dugaan keterlibatan oknum-oknum tertentu yang membuat praktik ini terus berjalan,” ujar Jaino Maliki, Ketua LSM KIBAR, dalam pernyataannya.

Berdasarkan informasi yang diterima dari sumber lapangan, solar bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi nelayan dan transportasi rakyat justru dipasok dalam jumlah besar ke pengepul-pengepul ilegal, untuk kemudian dijual kembali ke industri dengan harga tinggi.

Praktik ini tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga merusak sistem distribusi BBM yang adil dan merata bagi masyarakat. Masyarakat pun berharap agar aparat penegak hukum tidak ragu membongkar jaringan ini hingga ke akar-akarnya.

“Kalau memang hukum ditegakkan tanpa pandang bulu, kenapa sampai sekarang Nini tidak tersentuh? Ada apa ini?” tambah Jaino dengan nada kecewa.

Kini sorotan tertuju pada keseriusan APH, terutama Polda Sulawesi Utara, untuk mengungkap kasus ini secara transparan. Apakah hukum akan berpihak kepada keadilan, atau justru kembali tunduk pada kekuatan uang dan jaringan mafia?

 

[**]