Wabup VaSung Rindu Kawangkoan Raya Menjadi Kecamatan Percontohan Bebas Sampah

Wabup VaSung Rindu Kawangkoan Raya Menjadi Kecamatan Percontohan Bebas Sampah

Kawangkoan, Fajarmanado.com — Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, SS mengungkapkan kerinduannya agar tiga kecamatan Kawangkoan raya terus dipersolek untuk mendukung program pariwisata.

“Saya sangat rindu sekali dan berharap kampung kita, Kawangkoan (raya) bebas sampah,” kata VaSung, sapaan karib putri sulung Alm. Dr Sinyo Harry Sarundajang, Gubernur Sulawesi Utara dua periode ini.

VaSung mengungkapkan hal tersebut di depan puluhan tokoh masyarakat yang didominasiĀ  pengurus 20 BPD dan 10 LPMK di kediamannya, kompleks Taman Sinyo Harry Sarundajang, Kawangkoan-Tompaso, Senin malam, 30 Juni 2025.

Di awal pertemuan di luar agenda protokoler Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa itu, VaSung memaparkan secara singkat program pemerintahan pasangan Bupati Robby Dondokambey dan Wabup Vanda Sarundajang (RD–VaSung) periode 2025–2030.

Menurutnya, pariwisata dan kesejahteraan masyarakan menjadi salahsatu program prioritas unggulan RD–VaSung.

“Jika pariwisata maju akan menciptakan, apa namanya, multyplier effect. UMKM atau peluang usaha akan bertumbuh dan kesejahteraan masyarakat pasti ikut meningkat,” katanya.

Salahsatu faktor yang harus mendukung, lanjutnya, adalah kebersihan wilayah. “Saya berharap Kawangkoan raya ini menjadi percontohan bebas sampah,” ujarnya.

Bagaimana itu bisa terwujud, VaSung menegaskan harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan keluarga dengan memilah dan membuang sampah pada tempatnya.

“Terus terang saja, saya sering diam-diam keliling pada malam hari. Kalu kita lia ada sampah dibuang sembarangan di pinggiran jalan, kita langsung telepon camat,” ungkapnya.

Iyo toch Pak Camat Kawangkoan Utara,” sambung VaSung sambil melirik Camat Fabian Mendur, yang duduk di kursi ke dua samping kiri nya. “Iya, bu,” jawabnya sambil mengangguk-anggukan kepala.

Hal yang sama, VaSung juga bereaksi dan bertindak yang sama saat menemukan sampah berserakan di pinggiran jalan.

Seperti sewaktu keliling Langowan sampai Kakas beberapa waktu lalu, VaSung mengaku melihat sampah-sampah di jalan. Saat itu juga, ia langsung menelepon camat setempat.

“Kalau di belakang Kantor Camat Kawangkoan, sudah bersih ya, ibu camat,” tanya VaSung kepada Camat Eightmi Moniung, yang dudu di sisi kanannya. “Sudah, bu,” timpalnya.

Jadi Contoh

VaSung menyampaikan jajaran pemerintahan bersama tokoh masyarakat dan agama harus menjadi contoh dan teladan, termasuk dalam menjaga kebersihan.

Kita sendiri, kalau sore pulang kantor lia ada sampah di jalan depan sana, kita langsung suru orang-orang di rumah ini untuk angkat sampah-sampahnya. Jangan cuma ingat-ingatkan masyarakat, kompleks rumah kita sendiri banyak sampah,” jelas seraya menunjuk jalan yang menghubungkan Kecamatan Kawangkoan dan Kecamatan Tompaso Barat.

Selain menjadikan sampah musuh bersama, VaSung juga mendorong masyarakat untuk membiasakan diri memilah-milah sampah dan membuang pada tempatnya.

“Di Pinabetengan, dekat sini ada bank sampah. Sampah plastik bisa dijual ke sana,” ungkapnya.

Di Kelurahan Talikuran Barat, Kecamatan Kawangkoan Utara, telah tersedia Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

Yang jadi persoalan, Kawangkoan raya masih kekurangan armada sampah.

“Ada orang, tapi bukan politisi. Orang Kawangkoan (raya) yang akan membantu kendaraan sampah,” ungkap VaSung, namun masih merahasiakan siapa dermawan dimaksud. “Siapa dia, tunggu saja,” sambungnya sambil tersenyum.

Pertemuan yang tersaji penuh kearaban dan dialogis itu, juga dihadiri jajaran pemerintahan 20 desa dan 10 kelurahan Kawangkoan raya dan dua dari empat anggota DPRD Minahasa dari Kawangkoan raya.

Yakni, politikus PDI Perjuangan Drs Dharma Palar, dan politikus Partai Golkar Stvri Tenda.

Selain mendengarkan harapan VaSung, pertemuan juga mendeklarasikan Kawangkoan Bersatu untuk menggelar Upacara Bersama HUT Proklamasi Kemerdekaan RI Kawangkoan Raya, secara rutin mulai tahun 2025 ini.

 

[heru]