Jakarta, Fajarmanado.com — Bendera Merah Putih kini kembali berkibar di Korea Utara, seiring dibukanya kembali Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Pyongyang, Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK).
Lambang negara Indonesia itu sempat diturunkan atau tidak berkibar di Korea Utara bersamaan dengan ditutupnya di KBRI Pyongyang pada Juli 2021.
Penutupan KBRI Pyongyang dilakukan karena aktivitas diplomatik saat itu rendah di masa pandemi Covid-19.
Untuk menghindarkan penularan pandemi Covid-19, Korea Utara menutup perbatasan dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Rusia persis di hari yang sama dengan penutupan kota Wuhan di RRT yang menjadi pusat dari penyebaran virus mematikan ini, yakni pada 23 Januari 2020.
Di akhir 2020, pemerintah Korea Utara mempersilakan perwakilan negara sahabat memindahkan atau memulangkan staf diplomatik untuk sementara waktu.
Mengikuti saran itu, beberapa kedutaan asing segera memulangkan staf diplomatik mereka. Sedangkan Indonesia baru menarik staf diplomatik di bulan Juli 2021.
Dalam unggahan di akun Instagram miliknya, @teguhtimur, Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-RRD Korea, Teguh Santosa, berharap pembukaan kembali KBRI Pyongyang akan membuat hubungan kedua negara akan semakin baik.
“Alhamdulillah, Sang Merah Putih kembali berkibar di halaman KBRI Pyongyang, Republik Rakyat Demokratik Korea. Insya Allah hubungan Indonesia dan Korea Utara akan lebih hangat,” ujarnya sambil mengunggah upacara sederhana pengibaran bendera Merah Putih di halaman KBRI Pyongyang.
Teguh, yang baru terpilih kembali sebagai Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), juga mengucapkan selamat kepada Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Pyongyang, Riza H. Wardhana, dan dua diplomat lain yang memperkuat KBRI Pyongyang.
Teguh yang mewarisi Perhimpunan Persahabatan Indonesia-RRD Korea dari pendirinya almh. Rachmawati Soekarnoputri, intens berkunjung ke Korea Utara sejak tahun 2003.
Dalam kunjungan terakhir bulan April tahun lalu, Teguh sempat melintas di depan KBRI Pyongyang yang kosong.
“Sedih juga melihat gedung KBRI Pyongyang kosong. Tapi syukurlah, sekarang sudah dibuka kembali,” ujar doktor Hubungan Internasional dari Universitas Padjadjaran (Unpad) yang mengambil spesifikasi studi Korea.
Pameran Dagang
Teguh juga mengatakan bahwa baru-baru ini dirinya menerima telepon dari rekannya yang kini bertugas di Korea International Exhibition Company (Korexpo).
Pihak Korexpo, katanya, mengharapkan partisipasi kalangan bisnis Indonesia dalam pameran perdagangan, yang menurut rencana akan diselenggarakan di pusat pariwisata di kota Wonsan, di pesisir timur Semenanjung Korea.
“Saya telah menghubungi sejumlah teman-teman di sini yang berminat, dan kami tinggal menunggu surat resmi dari Korexpo,” ujarnya.
[jmsi/heru]

